ASINKRONUS - Pembuatan GEE Apps untuk Visualisasi Hotspot, serta Tingkat Keparahan dan Distribusi Asap Kebakaran

Apa yang akan kamu dapatkan?

4 Video   
6 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Mochammad Rifqi Naufal Alfayyadh

Mochammad Rifqi Naufal Alfayyadh

GIS Software Engineer/Instruktur Geosoftware

Mochammad Rifqi Naufal Alfayyadh adalah seorang GIS Software Engineer yang berkarier di Braga Technologies dengan fokus pada pengembangan WebGIS dan pengolahan data spasial. Ia menyelesaikan studi pada bidang Geographic Information Science di Universitas Pendidikan Indonesia dan sejak itu aktif mengerjakan berbagai proyek pemetaan interaktif, visualisasi rute transportasi, serta aplikasi geospasial berbasis web yang menggabungkan analisis spasial dengan antarmuka yang responsif. Rifqi menguasai teknologi seperti Leaflet, HTML, CSS, JavaScript, dan beragam platform GIS, sehingga mampu menerjemahkan kebutuhan spasial menjadi aplikasi yang informatif dan mudah digunakan. Pengalaman mengerjakan proyek pemetaan digital dan integrasi data spasial menjadikannya sosok yang mampu menjembatani aspek teknis pemrograman dengan pemahaman geospasial yang kuat.

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Sobat Geosoftware dengan pemahaman komprehensif mengenai analisis kebakaran hutan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Peserta akan mempelajari dasar penginderaan jauh untuk wildfire monitoring, mengenal karakteristik beragam dataset seperti MODIS, VIIRS, Landsat, dan Sentinel-2, serta memahami bagaimana hotspot, indeks vegetasi, dan perubahan spektral digunakan untuk mengidentifikasi area terbakar. Materi juga mencakup dasar pemrograman JavaScript di GEE sebagai fondasi untuk menyusun workflow analisis, mulai dari filtering citra, pembuatan komposit, hingga visualisasi citra sebelum dan sesudah kejadian kebakaran. Tahapan ini memberikan peserta landasan kuat untuk melihat bagaimana data satelit diolah menjadi informasi spasial yang relevan untuk kajian kebakaran.

Melalui praktik langsung, peserta akan mempelajari cara menghitung indeks seperti NDVI, NBR, dan dNBR, melakukan masking area terbakar, menghasilkan time series vegetasi, serta memanfaatkan citra GOES untuk memantau sebaran asap secara dinamis. Pelatihan ini juga membimbing peserta membangun aplikasi interaktif di GEE Apps menggunakan panel, slider, tombol layer, dan elemen UI lainnya sehingga analisis kebakaran dapat ditampilkan secara lebih informatif dan mudah diakses. Dengan pendekatan bertahap—mulai dari pengolahan citra hingga pembuatan aplikasi—pelatihan ini memastikan peserta memahami keseluruhan alur kerja pemetaan kebakaran hutan secara end-to-end dan dapat menerapkannya dalam berbagai kebutuhan pemetaan dan analisis geospasial. 

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1 — Pengenalan Dasar GEE dan Pemrograman

  • Pengantar penginderaan jauh & konsep dasar Google Earth Engine (GEE)
  • Eksplorasi antarmuka GEE: Code Editor, panel, console, dan map viewer
  • Pengenalan dasar-dasar JavaScript untuk GEE (variabel, tipe data, operator, fungsi)
  • Import & visualisasi data vektor (shapefile / feature collections)
  • Import citra satelit GEE (Landsat, Sentinel, MODIS)
  • Visualisasi citra: grayscale, komposit warna, false color
  • Filtering citra berdasarkan tanggal, wilayah, dan metadata
  • Dasar-dasar manipulasi Image & ImageCollection 

Sesi 2 — Pengolahan Citra MODIS dan VIIRS untuk Analisis Kebakaran Hutan

  • Clip area studi & manipulasi citra resolusi tinggi
  • Perhitungan indeks vegetasi dan kebakaran (NDVI, NBR, dNBR, SAVI)
  • Mengenal dataset hotspot: MODIS & VIIRS
  • Identifikasi titik panas (hotspot) berbasis citra resolusi tinggi
  • Time series chart untuk memantau perubahan vegetasi/hotspot
  • Review citra GOES: pemantauan asap kebakaran
  • Export citra, chart, dan hasil analisis dari GEE 

Sesi 3 — Pengolahan Citra Resolusi Menengah untuk Analisis Kebakaran Hutan

  • Studi kasus kebakaran hutan California
  • Pemanfaatan dataset Sentinel-2 & Landsat 8/9
  • Pembuatan indeks NDVI, NBR, dan dNBR untuk analisis burn severity
  • Pembuatan mask area terbakar (burn scar masking)
  • Perhitungan luas area terdampak kebakaran
  • Time series NDVI/NBR sebelum–sesudah kebakaran
  • Export raster dan data analisis untuk tahap berikutnya 

Sesi 4 — Pembuatan Aplikasi Interaktif di GEE Apps

  • Pengantar dasar GEE Apps & user interface components
  • Pembuatan panel, tombol, slider tanggal, dan kontrol interaktif lainnya
  • Menghubungkan nilai input pengguna (UI) dengan visualisasi peta
  • Menampilkan layer hotspot, indeks, dan time series secara dinamis
  • Styling tampilan aplikasi: layout, warna, struktur panel
  • Optimalisasi performa aplikasi
  • Export & publikasi aplikasi GEE Apps 

Konten

Pengenalan Dasar GEE dan Pemrograman

Video Recording Sesi Live
Modul Pelatihan Sesi 1 & 2
Data Sesi 1 & 2
Bahan Paparan Sesi 1 & 2
Script Pelatihan (Seluruh Sesi)

Pengolahan Citra MODIS dan VIIRS untuk Analisis Kebakaran Hutan

Video Recording Sesi Live

Pengolahan Citra Sentinel-2 dan Landsat untuk Analisis Kebakaran Hutan

Video Recording Sesi Live
Modul Pelatihan Sesi 3 & 4
Data Sesi 3 & 4

Pembuatan Aplikasi Interaktif di GEE Apps

Video Recording Sesi Live

Silabus

01

Silabus

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/GEEHotspot-SilabusMateri

Frequently Asked Question

Apakah pelatihan ini cocok untuk pemula?

Pelatihan ini cocok untuk peserta tingkat dasar–menengah. Pemula masih bisa mengikuti karena materi disusun bertahap, tetapi akan lebih nyaman jika peserta sudah pernah mempelajari citra satelit atau dasar GIS sebelumnya.

Apakah saya harus bisa JavaScript?

Tidak wajib. Pemahaman dasar logika pemrograman seperti variabel atau fungsi sudah cukup. Semua script JavaScript untuk GEE akan dijelaskan secara runtut dalam video dan diberikan file script utuhnya.

Apakah laptop perlu GPU?

Tidak. Google Earth Engine berjalan sepenuhnya di cloud, sehingga tidak membutuhkan GPU lokal. Laptop standar yang mampu menjalankan browser modern sudah memadai.

Apakah saya akan belajar membuat aplikasi GEE Apps?

Ya. Sesi terakhir berfokus pada pembangunan aplikasi interaktif, termasuk panel UI, slider tanggal, pilihan layer, dan styling tampilan aplikasi.

Apakah peserta mendapat sertifikat?

Peserta yang mengerjakan Mini Project sesuai ketentuan akan menerima Certificate of Appreciation.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:

1. Pemahaman Dasar Geografi dan Penginderaan Jauh: Peserta diharapkan memahami konsep dasar pemetaan, sistem koordinat, proyeksi, serta jenis data spasial seperti raster dan vektor. Pengetahuan ini membantu dalam membaca citra satelit, memahami komposit warna, serta menginterpretasikan perubahan spektral pada analisis kebakaran hutan. 2. Kemampuan Dasar Pemrograman (Opsional namun Membantu): Peserta tidak diwajibkan mahir JavaScript, namun pemahaman dasar tentang logika pemrograman—seperti variabel, fungsi, dan operasi sederhana—akan memudahkan saat mengikuti penulisan script di Google Earth Engine. Kemampuan ini juga membantu peserta memahami alur kerja filtering, visualisasi, dan perhitungan indeks citra. 3. Pemahaman Awal tentang Analisis Citra Satelit: Peserta disarankan memiliki pengetahuan awal mengenai citra satelit, seperti kanal spektral, nilai piksel, serta konsep indeks vegetasi. Pemahaman ini penting untuk mengikuti materi perhitungan NDVI, NBR, dNBR, identifikasi hotspot, serta interpretasi area terbakar pada sesi analisis....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:

1. Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit), macOS versi terbaru, atau Linux seperti Ubuntu 20.04 LTS atau lebih baru. Karena Google Earth Engine berjalan sepenuhnya di browser, semua OS yang mendukung Chrome atau Edge dapat digunakan tanpa masalah. 2. Prosesor (CPU): Minimal prosesor Intel Core i3 generasi ke-8 atau AMD Ryzen 3 2000 series agar navigasi peta, visualisasi citra satelit, dan rendering grafik berjalan lancar. Untuk pengalaman yang lebih stabil ketika membuka banyak layer atau melakukan pemrosesan komposit besar, disarankan prosesor Intel Core i5 generasi ke-10 atau AMD Ryzen 5 3000 series. 3. Memori (RAM): Minimal 8 GB RAM untuk menjalankan browser dan tab GEE secara nyaman. Direkomendasikan 16 GB RAM apabila peserta sering membuka banyak jendela browser, melakukan preview citra resolusi tinggi, atau mengerjakan aplikasi GEE Apps dengan banyak elemen UI....


03

CATATAN

Pelatihan ini diperuntukkan bagi peserta yang ingin mempelajari analisis kebakaran hutan menggunakan Google Earth Engine (GEE), mulai dari pengolahan citra satelit hingga pembuatan aplikasi interaktif berbasis web. Peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai citra satelit, penginderaan jauh, serta logika pemrograman sederhana karena ketiga aspek tersebut mendukung proses filtering citra, perhitungan indeks vegetasi, analisis hotspot, dan pembuatan visualisasi. Materi disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan GEE dan dasar JavaScript, pengolahan data satelit seperti MODIS dan VIIRS untuk identifikasi hotspot, serta Sentinel-2 dan Landsat untuk analisis perubahan vegetasi sebelum dan sesudah kebakaran menggunakan indeks seperti NDVI, NBR, dan dNBR. Pelatihan juga mencakup pembangunan aplikasi GEE Apps untuk menampilkan hasil analisis secara dinamis dan interaktif. Dengan alur yang lengkap dari data mentah hingga aplikasi publik, pelatihan ini memastikan peserta memahami workflow pemetaan kebakaran hutan secara end-to-end dan mampu menerapkannya untuk berbagai kebutuhan geospasial dan pemantauan lingkungan....

Lihat Detail

Pemateri

Mochammad Rifqi Naufal Alfayyadh

Mochammad Rifqi Naufal Alfayyadh

GIS Software Engineer/Instruktur Geosoftware

Mochammad Rifqi Naufal Alfayyadh adalah seorang GIS Software Engineer yang berkarier di Braga Technologies dengan fokus pada pengembangan WebGIS dan pengolahan data spasial. Ia menyelesaikan studi pada bidang Geographic Information Science di Universitas Pendidikan Indonesia dan sejak itu aktif mengerjakan berbagai proyek pemetaan interaktif, visualisasi rute transportasi, serta aplikasi geospasial berbasis web yang menggabungkan analisis spasial dengan antarmuka yang responsif. Rifqi menguasai teknologi seperti Leaflet, HTML, CSS, JavaScript, dan beragam platform GIS, sehingga mampu menerjemahkan kebutuhan spasial menjadi aplikasi yang informatif dan mudah digunakan. Pengalaman mengerjakan proyek pemetaan digital dan integrasi data spasial menjadikannya sosok yang mampu menjembatani aspek teknis pemrograman dengan pemahaman geospasial yang kuat.

Loading...