ASINKRONUS - Kelas 2 - Analisis Bahaya Gempa Lanjutan & Aplikasi untuk Rekayasa

Apa yang akan kamu dapatkan?

1 Bacaan   
2 Video   
7 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah merupakan akademisi dan peneliti di bidang geofisika dan kebencanaan dengan keahlian pada analisis bahaya gempa, seismologi, tomografi, deformasi kerak bumi, serta pemanfaatan OpenQuake dan QGIS untuk kebutuhan mitigasi dan rekayasa. Saat ini beliau aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera sekaligus menempuh tahap akhir studi doktoralnya di bidang Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman penelitiannya berfokus pada karakteristik sesar aktif, perubahan tegangan gempa, deformasi permukaan menggunakan InSAR, hingga pemodelan aktivitas vulkanik dan tektonik. Beliau telah memimpin dan terlibat dalam berbagai riset mengenai Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Sumatra, gempa Banten, hingga dinamika Gunung Sinabung menggunakan pendekatan tomografi seismik dan InSAR. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang tidak hanya memahami konsep teoritis analisis bahaya gempa, tetapi juga berpengalaman menerapkannya pada berbagai studi kasus nyata di Indonesia. Penyampaian materi akan dikaitkan dengan praktik interpretasi data, penyusunan model sumber gempa, hazard curve, deagregasi, hingga pemetaan risiko sehingga peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif dan relevan untuk kebutuhan mitigasi bencana maupun perencanaan wilayah.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Yudha Styawan adalah akademisi dan peneliti muda di bidang geofisika dengan keahlian utama pada computational seismology, engineering seismology, dan analisis bahaya gempa. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Geofisika di National Central University, Taiwan, dengan fokus penelitian pada karakteristik atenuasi seismik di zona subduksi Sumatra. Pengalaman dan risetnya banyak berfokus pada pemodelan aktivitas gempa, analisis seismic hazard, pengembangan Ground Motion Prediction Equation (GMPE), pemodelan a-value dan b-value, hingga pengembangan metode probabilistik untuk pembaruan model bahaya gempa di Indonesia. Saat ini ia aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera dan juga terlibat dalam pusat mitigasi bencana gempa dan tsunami. Dalam bidang komputasi, Yudha memiliki keahlian kuat dalam pengembangan perangkat lunak geofisika berbasis Python. Ia merupakan pengembang beberapa perangkat lunak open-source seperti Lindu Software, SeisWave, dan QuakeSee yang digunakan untuk pengolahan data seismologi, tomografi, dan otomasi data gempa. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang tidak hanya memahami teori analisis bahaya gempa, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam membangun model seismik, mengembangkan tools komputasi, dan menerapkan pendekatan probabilistik pada studi kasus gempa di Indonesia. Materi akan disampaikan secara aplikatif dengan menekankan hubungan antara teori, data, dan implementasi menggunakan perangkat lunak.

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk memperdalam kemampuan peserta dalam melakukan analisis bahaya gempa menggunakan OpenQuake serta menginterpretasikan hasilnya untuk kebutuhan rekayasa dan mitigasi. Fokus utama pada kelas ini adalah perhitungan hazard curve, penyusunan peta bahaya gempa, dan interpretasi spektrum desain.

Pada sesi awal, peserta akan mempelajari konsep Peak Ground Acceleration (PGA) dan Spectral Acceleration (SA), hubungan antara periode ulang dan peluang terlampaui, serta bagaimana parameter tersebut digunakan untuk menentukan tingkat bahaya gempa di suatu lokasi. Peserta juga akan mempelajari penyusunan file job.ini, pengecekan kualitas data input, dan praktik perhitungan hazard curve menggunakan OpenQuake.

Selanjutnya, peserta akan mempelajari cara menginterpretasikan hasil hazard curve, membandingkan tingkat bahaya pada berbagai periode ulang, serta menyusun peta bahaya gempa menggunakan OpenQuake dan QGIS. Materi juga mencakup konsep Uniform Hazard Spectrum (UHS), interpretasi spektrum desain untuk kebutuhan rekayasa bangunan, dan analisis deagregasi untuk mengidentifikasi sumber gempa yang paling dominan memengaruhi suatu wilayah.

Pada akhir kelas, peserta diharapkan mampu menghasilkan peta bahaya gempa, kurva hazard, spektrum desain, serta output analisis yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan infrastruktur, mitigasi bencana, dan pengambilan keputusan berbasis risiko gempa.
 

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1

  • Konsep PGA dan Spectral Acceleration
  • Hubungan periode ulang dan peluang terlampaui
  • Penyusunan file job.ini dan quality control data
  • Praktik perhitungan hazard curve menggunakan OpenQuake
  • Interpretasi hasil hazard curve dan tingkat bahaya gempa 

Sesi 2

  • Konsep Uniform Hazard Spectrum (UHS)
  • Visualisasi peta bahaya gempa dalam OpenQuake dan QGIS
  • Analisis deagregasi untuk identifikasi sumber gempa dominan
  • Interpretasi spektrum desain untuk rekayasa
  • Penyusunan output untuk mitigasi dan perencanaan 

Konten

Perhitungan Hazard Curve dan Analisis Bahaya Gempa

File Installer Software
Modul Instalasi Software
Modul Pelatihan Sesi 1
Data Pelatihan (Seluruh Sesi)
Bahan Paparan (Seluruh Sesi)
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Peta Bahaya Gempa, Spektrum Desain, dan Deagregasi

Modul Pelatihan Sesi 2
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus Pelatihan Kelas 2

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabusgempa2

Frequently Asked Question

Apakah saya harus mengikuti Kelas 1 terlebih dahulu?

Disarankan, karena Kelas 2 membahas materi lanjutan seperti hazard curve, deagregasi, dan spektrum desain. Peserta sebaiknya telah memahami dasar PSHA, source model, dan penggunaan OpenQuake.

Apakah pelatihan ini cocok untuk praktisi rekayasa atau teknik sipil?

Ya. Kelas ini sangat relevan untuk praktisi teknik sipil, geoteknik, perencana wilayah, maupun akademisi yang ingin memahami bagaimana hasil analisis bahaya gempa digunakan dalam desain bangunan dan infrastruktur.

Software apa saja yang digunakan?

Pelatihan menggunakan OpenQuake Engine untuk perhitungan hazard curve, deagregasi, dan Uniform Hazard Spectrum (UHS), serta QGIS untuk visualisasi peta bahaya gempa.

Apakah peserta akan melakukan praktik langsung?

Ya. Peserta akan melakukan praktik penyusunan file job.ini, menjalankan perhitungan hazard curve, membuat peta bahaya gempa, dan menginterpretasikan spektrum desain menggunakan data latihan.

Apakah data dan modul akan disediakan?

Ya. Seluruh data latihan, template file, modul, dan contoh hasil analisis akan disediakan selama pelatihan.

Apakah ada rekaman kelas?

Rekaman kelas akan dibagikan kepada peserta yang telah terdaftar sehingga materi dapat dipelajari kembali setelah pelatihan.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya, tersedia dua jenis sertifikat: Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 1 sesi dari total 2 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:

1. Memahami Dasar PSHA dan OpenQuake: Peserta disarankan telah memahami konsep dasar hazard, source model, GMPE, serta alur kerja OpenQuake seperti yang dipelajari pada Kelas 1. 2. Terbiasa Menggunakan QGIS dan Data Spasial: Peserta sebaiknya telah familiar dengan visualisasi peta, pengolahan layer, dan interpretasi data spasial di QGIS agar dapat mengikuti proses pembuatan peta bahaya gempa. 3. Memahami Dasar Rekayasa Gempa: Peserta disarankan memiliki pemahaman dasar mengenai percepatan tanah, periode ulang, dan spektrum respons agar lebih mudah memahami hazard curve, UHS, dan spektrum desain....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:

1. Processor: Minimal Intel i5 / AMD Ryzen 5 atau setara. 2. RAM: Minimal 8 GB, disarankan 16 GB atau lebih karena proses perhitungan hazard curve dan deagregasi memerlukan sumber daya lebih besar. 3. Storage: Minimal tersedia 15 GB ruang kosong untuk output analisis dan file hasil OpenQuake. 4. Sistem Operasi: Windows 10/11 64-bit, Linux, atau MacOS. 5. Software: OpenQuake Engine, QGIS, Python, dan software spreadsheet. 6. Koneksi Internet: Stabil untuk sinkronisasi data, instalasi, dan akses referensi....


03

CATATAN

Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang ingin memperdalam analisis bahaya gempa dan menerapkannya untuk kebutuhan rekayasa serta perencanaan infrastruktur. Kelas berada pada level menengah sehingga peserta disarankan telah memahami materi dasar pada Kelas 1 atau memiliki pengalaman sebelumnya dalam PSHA dan OpenQuake. Materi disusun secara aplikatif, mencakup perhitungan hazard curve, penyusunan peta bahaya, deagregasi, hingga interpretasi spektrum desain....

Lihat Detail

Pemateri

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah merupakan akademisi dan peneliti di bidang geofisika dan kebencanaan dengan keahlian pada analisis bahaya gempa, seismologi, tomografi, deformasi kerak bumi, serta pemanfaatan OpenQuake dan QGIS untuk kebutuhan mitigasi dan rekayasa. Saat ini beliau aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera sekaligus menempuh tahap akhir studi doktoralnya di bidang Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman penelitiannya berfokus pada karakteristik sesar aktif, perubahan tegangan gempa, deformasi permukaan menggunakan InSAR, hingga pemodelan aktivitas vulkanik dan tektonik. Beliau telah memimpin dan terlibat dalam berbagai riset mengenai Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Sumatra, gempa Banten, hingga dinamika Gunung Sinabung menggunakan pendekatan tomografi seismik dan InSAR. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang tidak hanya memahami konsep teoritis analisis bahaya gempa, tetapi juga berpengalaman menerapkannya pada berbagai studi kasus nyata di Indonesia. Penyampaian materi akan dikaitkan dengan praktik interpretasi data, penyusunan model sumber gempa, hazard curve, deagregasi, hingga pemetaan risiko sehingga peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif dan relevan untuk kebutuhan mitigasi bencana maupun perencanaan wilayah.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Yudha Styawan adalah akademisi dan peneliti muda di bidang geofisika dengan keahlian utama pada computational seismology, engineering seismology, dan analisis bahaya gempa. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Geofisika di National Central University, Taiwan, dengan fokus penelitian pada karakteristik atenuasi seismik di zona subduksi Sumatra. Pengalaman dan risetnya banyak berfokus pada pemodelan aktivitas gempa, analisis seismic hazard, pengembangan Ground Motion Prediction Equation (GMPE), pemodelan a-value dan b-value, hingga pengembangan metode probabilistik untuk pembaruan model bahaya gempa di Indonesia. Saat ini ia aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera dan juga terlibat dalam pusat mitigasi bencana gempa dan tsunami. Dalam bidang komputasi, Yudha memiliki keahlian kuat dalam pengembangan perangkat lunak geofisika berbasis Python. Ia merupakan pengembang beberapa perangkat lunak open-source seperti Lindu Software, SeisWave, dan QuakeSee yang digunakan untuk pengolahan data seismologi, tomografi, dan otomasi data gempa. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang tidak hanya memahami teori analisis bahaya gempa, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam membangun model seismik, mengembangkan tools komputasi, dan menerapkan pendekatan probabilistik pada studi kasus gempa di Indonesia. Materi akan disampaikan secara aplikatif dengan menekankan hubungan antara teori, data, dan implementasi menggunakan perangkat lunak.

Loading...