Kelas 3 - Analisis Risiko Gempa & Strategi Mitigasi Bencana

Apa yang akan kamu dapatkan?

1 Bacaan   
3 Video   
10 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah merupakan akademisi dan peneliti di bidang geofisika dan kebencanaan dengan keahlian pada analisis bahaya gempa, seismologi, tomografi, deformasi kerak bumi, serta pemanfaatan OpenQuake dan QGIS untuk kebutuhan mitigasi dan rekayasa. Saat ini beliau aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera sekaligus menempuh tahap akhir studi doktoralnya di bidang Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman penelitiannya berfokus pada karakteristik sesar aktif, perubahan tegangan gempa, deformasi permukaan menggunakan InSAR, hingga pemodelan aktivitas vulkanik dan tektonik. Beliau telah memimpin dan terlibat dalam berbagai riset mengenai Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Sumatra, gempa Banten, hingga dinamika Gunung Sinabung menggunakan pendekatan tomografi seismik dan InSAR. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang tidak hanya memahami konsep teoritis analisis bahaya gempa, tetapi juga berpengalaman menerapkannya pada berbagai studi kasus nyata di Indonesia. Penyampaian materi akan dikaitkan dengan praktik interpretasi data, penyusunan model sumber gempa, hazard curve, deagregasi, hingga pemetaan risiko sehingga peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif dan relevan untuk kebutuhan mitigasi bencana maupun perencanaan wilayah.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Yudha Styawan adalah akademisi dan peneliti muda di bidang geofisika dengan keahlian utama pada computational seismology, engineering seismology, dan analisis bahaya gempa. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Geofisika di National Central University, Taiwan, dengan fokus penelitian pada karakteristik atenuasi seismik di zona subduksi Sumatra. Pengalaman dan risetnya banyak berfokus pada pemodelan aktivitas gempa, analisis seismic hazard, pengembangan Ground Motion Prediction Equation (GMPE), pemodelan a-value dan b-value, hingga pengembangan metode probabilistik untuk pembaruan model bahaya gempa di Indonesia. Saat ini ia aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera dan juga terlibat dalam pusat mitigasi bencana gempa dan tsunami. Dalam bidang komputasi, Yudha memiliki keahlian kuat dalam pengembangan perangkat lunak geofisika berbasis Python. Ia merupakan pengembang beberapa perangkat lunak open-source seperti Lindu Software, SeisWave, dan QuakeSee yang digunakan untuk pengolahan data seismologi, tomografi, dan otomasi data gempa. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang tidak hanya memahami teori analisis bahaya gempa, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam membangun model seismik, mengembangkan tools komputasi, dan menerapkan pendekatan probabilistik pada studi kasus gempa di Indonesia. Materi akan disampaikan secara aplikatif dengan menekankan hubungan antara teori, data, dan implementasi menggunakan perangkat lunak.

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan melakukan analisis risiko gempa bumi secara lebih komprehensif, mulai dari penyusunan model kerentanan hingga perumusan strategi mitigasi dan arahan tata ruang berbasis risiko.

Pada tahap awal, peserta akan mempelajari klasifikasi aset dan infrastruktur yang terdampak gempa, konsep fragility curve dan vulnerability curve, serta cara menyusun exposure model berdasarkan data bangunan dan infrastruktur. Peserta juga akan belajar mencocokkan tipe bangunan dengan tingkat kerentanan sehingga model risiko yang dihasilkan lebih representatif terhadap kondisi lapangan.

Selanjutnya, pelatihan berfokus pada simulasi kerusakan dan perhitungan kerugian akibat gempa. Peserta akan mempelajari perbedaan antara analisis risiko skenario dan probabilistik, konsep Average Annual Loss (AAL), serta indikator risiko lainnya yang umum digunakan dalam kajian kebencanaan. Praktik dilakukan melalui simulasi kerusakan bangunan dan kerugian infrastruktur menggunakan OpenQuake, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan peta sebaran risiko dan tingkat kerusakan.

Sebagai tahap akhir, peserta akan mempelajari bagaimana menginterpretasikan hasil analisis risiko untuk menentukan wilayah prioritas mitigasi. Materi mencakup penyusunan rekomendasi penguatan bangunan dan infrastruktur, identifikasi area dengan tingkat risiko tinggi, serta formulasi arahan tata ruang dan strategi mitigasi berbasis risiko gempa yang dapat diterapkan pada perencanaan wilayah dan pembangunan berkelanjutan.
 

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1 (Jumat, 8 Mei 2026 pukul 19.00 – 21.30 WIB)

  • Klasifikasi aset dan infrastruktur terdampak gempa
  • Konsep fragility curve dan vulnerability curve
  • Penyusunan database exposure dan model kerusakan
  • Pencocokan tipe bangunan dengan tingkat kerentanan 

Sesi 2 (Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 09.00 – 11.30 WIB)

  • Perbedaan analisis risiko skenario dan probabilistik
  • Konsep Average Annual Loss (AAL) dan indikator risiko
  • Praktik simulasi kerusakan dan kerugian infrastruktur
  • Penyusunan peta sebaran risiko dan kerusakan gempa 

Sesi 3 (Minggu, 10 Mei 2026 pukul 13.00 – 15.30 WIB)

  • Interpretasi hasil analisis risiko gempa
  • Identifikasi wilayah prioritas mitigasi
  • Penyusunan rekomendasi penguatan bangunan dan infrastruktur
  • Formulasi arahan tata ruang berbasis risiko gempa 

 

Sesi bootcamp

1

Kerentanan Infrastruktur dan Penyusunan Exposure Model

Sesi ini membahas bagaimana mengidentifikasi aset dan infrastruktur yang rentan terhadap gempa. Peserta akan mempelajari klasifikasi aset, konsep fragility curve dan vulnerability curve, serta penyusunan exposure model dan database kerusakan. Selain itu, peserta juga akan belajar mencocokkan tipe bangunan dengan tingkat kerentanan sehingga model risiko yang disusun lebih representatif....

2

Simulasi Kerusakan dan Perhitungan Risiko Gempa

Sesi ini membekali peserta dengan kemampuan melakukan simulasi kerusakan dan kerugian akibat gempa. Materi mencakup perbedaan analisis risiko skenario dan probabilistik, konsep Average Annual Loss (AAL), serta indikator risiko lainnya. Peserta akan melakukan praktik simulasi kerusakan bangunan dan kerugian infrastruktur, kemudian menyusun peta sebaran risiko dan tingkat kerusakan gempa....

3

Penyusunan Strategi Mitigasi dan Tata Ruang

Sesi ini berfokus pada interpretasi hasil analisis risiko gempa untuk mendukung mitigasi bencana dan perencanaan wilayah. Peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi wilayah prioritas mitigasi, menyusun rekomendasi penguatan bangunan dan infrastruktur, serta merumuskan arahan tata ruang berbasis risiko gempa. Pada akhir sesi, peserta diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan....

Konten

Kerentanan Infrastruktur dan Penyusunan Exposure Model

File Installer Software
Modul Pelatihan Sesi 1
Data Pelatihan Sesi 1
Bahan Paparan (Seluruh Sesi)
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Simulasi Kerusakan dan Perhitungan Risiko Gempa

Modul Pelatihan Sesi 2
Data Pelatihan Sesi 2
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Penyusunan Strategi Mitigasi dan Tata Ruang

Modul Pelatihan Sesi 3
Data Pelatihan Sesi 3
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus Pelatihan Kelas 3

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabusgempa3

Frequently Asked Question

Apakah saya harus mengikuti Kelas 1 dan Kelas 2 terlebih dahulu?

Disarankan. Kelas 3 menggunakan hasil analisis bahaya gempa dari kelas sebelumnya untuk melakukan simulasi risiko, sehingga peserta sebaiknya telah memahami hazard curve, peta bahaya, dan spektrum desain.

Apakah pelatihan ini hanya untuk bidang kebencanaan?

Tidak. Kelas ini juga relevan untuk perencana wilayah, pemerintah daerah, konsultan, peneliti, maupun praktisi infrastruktur yang ingin memahami bagaimana risiko gempa digunakan dalam perencanaan dan mitigasi.

Apa saja yang akan dipelajari pada kelas ini?

Peserta akan mempelajari penyusunan exposure model, fragility curve, vulnerability curve, simulasi kerusakan, Average Annual Loss (AAL), hingga penyusunan strategi mitigasi dan arahan tata ruang.

Software apa saja yang digunakan?

Pelatihan menggunakan OpenQuake Engine untuk simulasi risiko dan QGIS untuk visualisasi peta risiko dan kerusakan gempa.

Apa output yang akan diperoleh peserta?

Peserta akan menghasilkan peta risiko gempa, estimasi kerusakan dan kerugian, nilai Average Annual Loss (AAL), serta rekomendasi mitigasi dan tata ruang berbasis risiko.

Apakah data dan modul akan disediakan?

Ya. Peserta akan memperoleh dataset exposure, model kerentanan, modul pelatihan, template file OpenQuake, dan seluruh bahan praktik yang digunakan selama pelatihan.

Apakah ada rekaman kelas?

Rekaman kelas akan dibagikan kepada peserta yang telah terdaftar sehingga materi dapat dipelajari kembali setelah pelatihan.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya, tersedia dua jenis sertifikat: Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 2 sesi dari total 4 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:

1. Memahami Dasar Bahaya Gempa dan Peta Bahaya: Peserta disarankan telah memahami konsep hazard curve, peta bahaya gempa, dan spektrum desain seperti yang dipelajari pada Kelas 1 dan Kelas 2. 2. Memahami Dasar Risiko dan Kerentanan: Peserta sebaiknya memiliki pemahaman awal mengenai kerentanan bangunan, klasifikasi aset, dan hubungan antara hazard, exposure, dan vulnerability. 3. Terbiasa Menggunakan Data Spasial dan Spreadsheet: Peserta disarankan mampu membaca data bangunan, tabel exposure, serta melakukan visualisasi dan interpretasi peta di QGIS....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:

1. Processor: Minimal Intel i5 / AMD Ryzen 5 atau setara. 2. RAM: Minimal 16 GB karena simulasi risiko dan perhitungan kerusakan memerlukan kapasitas memori lebih besar. 3. Storage: Minimal tersedia 20 GB ruang kosong untuk data exposure, output simulasi, dan peta risiko. 4. Sistem Operasi: Windows 10/11 64-bit, Linux, atau MacOS. 5. Software: OpenQuake Engine, QGIS, Python, dan spreadsheet. 6. Koneksi Internet: Stabil untuk pengunduhan data dan sinkronisasi selama pelatihan....


03

CATATAN

Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang ingin memahami bagaimana hasil analisis bahaya gempa diterjemahkan menjadi analisis risiko dan strategi mitigasi. Kelas berada pada level menengah–lanjutan dan disarankan diikuti setelah memahami materi pada Kelas 1 dan Kelas 2. Materi disusun secara sistematis dan aplikatif, mulai dari penyusunan exposure model, simulasi kerusakan dan kerugian, hingga penyusunan rekomendasi mitigasi dan arahan tata ruang berbasis risiko gempa....

Lihat Detail

Pemateri

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah merupakan akademisi dan peneliti di bidang geofisika dan kebencanaan dengan keahlian pada analisis bahaya gempa, seismologi, tomografi, deformasi kerak bumi, serta pemanfaatan OpenQuake dan QGIS untuk kebutuhan mitigasi dan rekayasa. Saat ini beliau aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera sekaligus menempuh tahap akhir studi doktoralnya di bidang Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman penelitiannya berfokus pada karakteristik sesar aktif, perubahan tegangan gempa, deformasi permukaan menggunakan InSAR, hingga pemodelan aktivitas vulkanik dan tektonik. Beliau telah memimpin dan terlibat dalam berbagai riset mengenai Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Sumatra, gempa Banten, hingga dinamika Gunung Sinabung menggunakan pendekatan tomografi seismik dan InSAR. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang tidak hanya memahami konsep teoritis analisis bahaya gempa, tetapi juga berpengalaman menerapkannya pada berbagai studi kasus nyata di Indonesia. Penyampaian materi akan dikaitkan dengan praktik interpretasi data, penyusunan model sumber gempa, hazard curve, deagregasi, hingga pemetaan risiko sehingga peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif dan relevan untuk kebutuhan mitigasi bencana maupun perencanaan wilayah.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Yudha Styawan adalah akademisi dan peneliti muda di bidang geofisika dengan keahlian utama pada computational seismology, engineering seismology, dan analisis bahaya gempa. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Geofisika di National Central University, Taiwan, dengan fokus penelitian pada karakteristik atenuasi seismik di zona subduksi Sumatra. Pengalaman dan risetnya banyak berfokus pada pemodelan aktivitas gempa, analisis seismic hazard, pengembangan Ground Motion Prediction Equation (GMPE), pemodelan a-value dan b-value, hingga pengembangan metode probabilistik untuk pembaruan model bahaya gempa di Indonesia. Saat ini ia aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera dan juga terlibat dalam pusat mitigasi bencana gempa dan tsunami. Dalam bidang komputasi, Yudha memiliki keahlian kuat dalam pengembangan perangkat lunak geofisika berbasis Python. Ia merupakan pengembang beberapa perangkat lunak open-source seperti Lindu Software, SeisWave, dan QuakeSee yang digunakan untuk pengolahan data seismologi, tomografi, dan otomasi data gempa. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang tidak hanya memahami teori analisis bahaya gempa, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam membangun model seismik, mengembangkan tools komputasi, dan menerapkan pendekatan probabilistik pada studi kasus gempa di Indonesia. Materi akan disampaikan secara aplikatif dengan menekankan hubungan antara teori, data, dan implementasi menggunakan perangkat lunak.

Loading...