ASINKRONUS - Kelas 1 - Dasar-Dasar Analisis Risiko Gempa (PSHA) & Pemetaan Bahaya

Apa yang akan kamu dapatkan?

1 Bacaan   
2 Video   
6 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Yudha Styawan adalah akademisi dan peneliti muda di bidang geofisika dengan keahlian utama pada computational seismology, engineering seismology, dan analisis bahaya gempa. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Geofisika di National Central University, Taiwan, dengan fokus penelitian pada karakteristik atenuasi seismik di zona subduksi Sumatra. Pengalaman dan risetnya banyak berfokus pada pemodelan aktivitas gempa, analisis seismic hazard, pengembangan Ground Motion Prediction Equation (GMPE), pemodelan a-value dan b-value, hingga pengembangan metode probabilistik untuk pembaruan model bahaya gempa di Indonesia. Saat ini ia aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera dan juga terlibat dalam pusat mitigasi bencana gempa dan tsunami. Dalam bidang komputasi, Yudha memiliki keahlian kuat dalam pengembangan perangkat lunak geofisika berbasis Python. Ia merupakan pengembang beberapa perangkat lunak open-source seperti Lindu Software, SeisWave, dan QuakeSee yang digunakan untuk pengolahan data seismologi, tomografi, dan otomasi data gempa. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang tidak hanya memahami teori analisis bahaya gempa, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam membangun model seismik, mengembangkan tools komputasi, dan menerapkan pendekatan probabilistik pada studi kasus gempa di Indonesia. Materi akan disampaikan secara aplikatif dengan menekankan hubungan antara teori, data, dan implementasi menggunakan perangkat lunak.

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah merupakan akademisi dan peneliti di bidang geofisika dan kebencanaan dengan keahlian pada analisis bahaya gempa, seismologi, tomografi, deformasi kerak bumi, serta pemanfaatan OpenQuake dan QGIS untuk kebutuhan mitigasi dan rekayasa. Saat ini beliau aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera sekaligus menempuh tahap akhir studi doktoralnya di bidang Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman penelitiannya berfokus pada karakteristik sesar aktif, perubahan tegangan gempa, deformasi permukaan menggunakan InSAR, hingga pemodelan aktivitas vulkanik dan tektonik. Beliau telah memimpin dan terlibat dalam berbagai riset mengenai Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Sumatra, gempa Banten, hingga dinamika Gunung Sinabung menggunakan pendekatan tomografi seismik dan InSAR. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang tidak hanya memahami konsep teoritis analisis bahaya gempa, tetapi juga berpengalaman menerapkannya pada berbagai studi kasus nyata di Indonesia. Penyampaian materi akan dikaitkan dengan praktik interpretasi data, penyusunan model sumber gempa, hazard curve, deagregasi, hingga pemetaan risiko sehingga peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif dan relevan untuk kebutuhan mitigasi bencana maupun perencanaan wilayah.

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Sobat Geosoftware dengan pemahaman dasar mengenai analisis bahaya gempa bumi menggunakan pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dan software OpenQuake. Peserta akan mempelajari bagaimana sumber gempa, karakteristik tanah, dan ketidakpastian pemodelan dapat memengaruhi tingkat bahaya gempa pada suatu wilayah.

Pada tahap awal, peserta akan mempelajari konsep dasar risiko gempa bumi, perbedaan pendekatan deterministik dan probabilistik, serta hubungan antara hazard, exposure, dan vulnerability dalam mitigasi bencana. Materi juga mencakup pengenalan berbagai jenis sumber gempa, karakteristik sesar aktif, hubungan antara magnitudo, frekuensi kejadian, dan nilai maksimum gempa (Mmax), hingga penyusunan source model menggunakan data sesar.

Selanjutnya, peserta akan mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi guncangan tanah, seperti Ground Motion Prediction Equation (GMPE), kondisi tanah lokal, parameter Vs30, dan efek tapak. Selain itu, peserta juga akan dikenalkan pada konsep ketidakpastian dan logic tree dalam pemodelan bahaya gempa.

Sebagai praktik awal, peserta akan mempelajari struktur file input pada OpenQuake, melakukan simulasi sederhana, serta memvisualisasikan data sumber gempa dan parameter bahaya menggunakan QGIS. Hasil akhir dari kelas ini adalah peserta mampu menyusun model dasar bahaya gempa berupa source model, site model, dan logic tree yang siap digunakan untuk analisis lanjutan. 

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1

  • Perbedaan pendekatan deterministik dan probabilistik
  • Hubungan hazard, exposure, dan vulnerability
  • Jenis-jenis sumber gempa dan karakteristiknya
  • Hubungan magnitudo, frekuensi kejadian, dan Mmax
  • Penyusunan source model menggunakan data sesar 

Sesi 2

  • Prinsip dasar GMPE dan guncangan tanah
  • Pengaruh kondisi tanah dan parameter Vs30
  • Konsep ketidakpastian dan logic tree
  • Pengenalan OpenQuake dan struktur file input
  • Praktik simulasi awal dan visualisasi data di QGIS 

Konten

Konsep Dasar Risiko Gempa, PSHA, dan Pemodelan Sumber Gempa

File Installer Software
Modul Pelatihan Sesi 1
Data Pelatihan (Seluruh Sesi)
Bahan Paparan Final (Seluruh Sesi)
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Guncangan Tanah, Efek Tapak, dan Pengenalan OpenQuake

Modul Pelatihan Sesi 2
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus Pelatihan Kelas 1

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabusgempa1

Frequently Asked Question

Apakah pelatihan ini cocok untuk pemula?

Ya. Kelas ini berada pada level dasar dan dirancang untuk peserta yang baru mulai mempelajari analisis bahaya gempa, PSHA, dan OpenQuake. Peserta tidak perlu memiliki pengalaman sebelumnya dalam analisis gempa, namun disarankan telah familiar dengan konsep peta dan software GIS dasar.

Apakah harus bisa coding untuk mengikuti pelatihan ini?

Tidak harus. Peserta tidak perlu mahir pemrograman. Selama pelatihan, peserta akan dipandu langkah demi langkah dalam menggunakan OpenQuake dan QGIS. Pemahaman dasar membaca data atau menggunakan spreadsheet sudah cukup.

Software apa saja yang digunakan?

Pelatihan menggunakan OpenQuake Engine sebagai software utama untuk analisis bahaya gempa dan QGIS untuk visualisasi data spasial. Peserta juga disarankan memiliki Microsoft Excel atau spreadsheet sejenis untuk membaca data.

Apakah data dan modul akan disediakan?

Ya. Peserta akan mendapatkan modul, dataset latihan, template file OpenQuake, dan bahan presentasi yang digunakan selama pelatihan.

Apakah ada rekaman kelas?

Rekaman kelas akan dibagikan kepada peserta yang telah terdaftar sehingga materi dapat dipelajari kembali setelah pelatihan.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya, tersedia dua jenis sertifikat: Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 1 sesi dari total 2 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:

1. Memahami Dasar Gempa dan Peta: Peserta disarankan telah memiliki pemahaman umum mengenai gempa bumi, peta, dan konsep lokasi geografis. Pemahaman dasar mengenai koordinat, peta digital, serta perbedaan antara data vektor dan raster akan membantu peserta mengikuti materi source model dan visualisasi bahaya gempa. 2. Terbiasa Menggunakan Software GIS Dasar: Peserta sebaiknya pernah menggunakan QGIS, ArcGIS, atau software pemetaan lainnya untuk memahami layer, atribut, dan visualisasi data spasial. Tidak harus mahir, tetapi familiar dengan tampilan dan fungsi dasar GIS akan mempermudah proses praktik. 3. Memiliki Pemahaman Dasar Spreadsheet atau Pengolahan Data: Peserta disarankan terbiasa menggunakan Microsoft Excel atau software serupa untuk membaca tabel, mengelola data sumber gempa, dan memahami parameter yang digunakan dalam analisis....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:

1. Processor: Minimal Intel i3 / AMD Ryzen 3 atau setara. 2. RAM: Minimal 8 GB, disarankan 16 GB agar OpenQuake dan QGIS dapat berjalan lebih lancar. 3. Storage: Minimal tersedia 10 GB ruang kosong untuk instalasi OpenQuake, QGIS, dan data latihan. 4. Sistem Operasi: Windows 10/11 64-bit, Linux, atau MacOS. 5. Software: QGIS versi terbaru, OpenQuake Engine, Python, dan Microsoft Excel atau spreadsheet sejenis. 6. Koneksi Internet: Stabil untuk proses instalasi software dan pengunduhan data latihan....


03

CATATAN

Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang ingin memahami dasar-dasar analisis bahaya gempa menggunakan pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Kelas berada pada level dasar sehingga cocok diikuti oleh mahasiswa, akademisi, praktisi kebencanaan, maupun pengguna GIS yang ingin mulai mempelajari OpenQuake dan analisis gempa. Materi disusun secara bertahap, mulai dari konsep dasar risiko gempa, pemodelan sumber gempa, guncangan tanah, hingga praktik awal menggunakan OpenQuake dan QGIS....

Lihat Detail

Pemateri

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Yudha Styawan, S.T., M.Sc.

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Yudha Styawan adalah akademisi dan peneliti muda di bidang geofisika dengan keahlian utama pada computational seismology, engineering seismology, dan analisis bahaya gempa. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Geofisika di National Central University, Taiwan, dengan fokus penelitian pada karakteristik atenuasi seismik di zona subduksi Sumatra. Pengalaman dan risetnya banyak berfokus pada pemodelan aktivitas gempa, analisis seismic hazard, pengembangan Ground Motion Prediction Equation (GMPE), pemodelan a-value dan b-value, hingga pengembangan metode probabilistik untuk pembaruan model bahaya gempa di Indonesia. Saat ini ia aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera dan juga terlibat dalam pusat mitigasi bencana gempa dan tsunami. Dalam bidang komputasi, Yudha memiliki keahlian kuat dalam pengembangan perangkat lunak geofisika berbasis Python. Ia merupakan pengembang beberapa perangkat lunak open-source seperti Lindu Software, SeisWave, dan QuakeSee yang digunakan untuk pengolahan data seismologi, tomografi, dan otomasi data gempa. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang tidak hanya memahami teori analisis bahaya gempa, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam membangun model seismik, mengembangkan tools komputasi, dan menerapkan pendekatan probabilistik pada studi kasus gempa di Indonesia. Materi akan disampaikan secara aplikatif dengan menekankan hubungan antara teori, data, dan implementasi menggunakan perangkat lunak.

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah

Lecturer/Instructor at Geosoftware.id

Dr. Erlangga Ibrahim Fattah merupakan akademisi dan peneliti di bidang geofisika dan kebencanaan dengan keahlian pada analisis bahaya gempa, seismologi, tomografi, deformasi kerak bumi, serta pemanfaatan OpenQuake dan QGIS untuk kebutuhan mitigasi dan rekayasa. Saat ini beliau aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera sekaligus menempuh tahap akhir studi doktoralnya di bidang Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman penelitiannya berfokus pada karakteristik sesar aktif, perubahan tegangan gempa, deformasi permukaan menggunakan InSAR, hingga pemodelan aktivitas vulkanik dan tektonik. Beliau telah memimpin dan terlibat dalam berbagai riset mengenai Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Sumatra, gempa Banten, hingga dinamika Gunung Sinabung menggunakan pendekatan tomografi seismik dan InSAR. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang tidak hanya memahami konsep teoritis analisis bahaya gempa, tetapi juga berpengalaman menerapkannya pada berbagai studi kasus nyata di Indonesia. Penyampaian materi akan dikaitkan dengan praktik interpretasi data, penyusunan model sumber gempa, hazard curve, deagregasi, hingga pemetaan risiko sehingga peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif dan relevan untuk kebutuhan mitigasi bencana maupun perencanaan wilayah.

Loading...