ASINKRONUS - Kelas 1 - Analisis Dampak Kebakaran Hutan terhadap Emisi Karbon, Kualitas Udara, dan Populasi (Studi Kasus Kalimantan Tengah)

Apa yang akan kamu dapatkan?

4 Video   
14 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Wening Asih Diva Aprilia

Wening Asih Diva Aprilia

GIS and Remote Sensing Instructor at Geosoftware.ID

Wening Asih Diva Aprilia merupakan praktisi dan instruktur di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan Kartografi. Ia memiliki latar belakang pendidikan Bachelor of Science (S.Si.) in Kartografi dan Penginderaan Jauh dari Universitas Gadjah Mada (2025) dan saat ini melanjutkan pendidikan Master of Science (M.Sc.) Candidate in Penginderaan Jauh di Universitas Gadjah Mada. Saat ini, Wening aktif sebagai GIS and Remote Sensing Instructor di Geosoftware.ID. Ia memiliki pengalaman sebagai Teaching Assistant in Remote Sensing and Cartography di Universitas Gadjah Mada, dengan keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi di bidang penginderaan jauh dan kartografi. Ia juga memiliki pengalaman sebagai GIS Intern di CV. Greentera Mapindo serta sebagai GIS and Remote Sensing Mentor untuk berbagai kebutuhan pembelajaran dan pekerjaan geospasial. Keahliannya mencakup GIS, penginderaan jauh, kartografi, dan analisis data geospasial, yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, pemetaan, serta pengolahan dan interpretasi informasi spasial. Melalui pengalaman akademik dan profesional tersebut, Wening aktif mendukung pengembangan keterampilan geospasial melalui pembelajaran yang aplikatif dan berbasis praktik.

Deskripsi

Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan melakukan analisis kebakaran hutan berbasis data penginderaan jauh dan geospasial menggunakan Google Earth Engine (GEE). Studi kasus menggunakan wilayah Kalimantan Tengah, dengan alur analisis mulai dari identifikasi area terdampak kebakaran hingga melihat dampaknya terhadap emisi karbon, kualitas udara, kondisi cuaca, dan populasi. Seluruh proses dilakukan melalui lingkungan cloud-based sehingga peserta dapat mengolah berbagai dataset geospasial tanpa bergantung pada kapasitas komputasi lokal.

Pada tahap awal, peserta akan mengenal Google Earth Engine dan konsep cloud geoprocessing, termasuk penggunaan ImageCollection sebagai dasar pengolahan data citra. Data kebakaran kemudian disiapkan berdasarkan wilayah studi untuk memperoleh gambaran spasial area terdampak. Analisis dilanjutkan dengan estimasi emisi karbon/CO₂ dari area terbakar menggunakan informasi luas area dan faktor emisi, kemudian hasilnya dibandingkan dengan GFED5 sebagai data pembanding.

Tahap berikutnya membahas kondisi lingkungan di sekitar wilayah kebakaran menggunakan Sentinel-5P dan ECMWF ERA5. Peserta akan mengolah parameter Aerosol Index, NO₂, HCHO, temperatur, dan Wind U untuk melihat kondisi kualitas udara dan cuaca. Pada tahap akhir, hasil analisis kebakaran digunakan untuk melihat tingkat bahaya dan populasi terdampak melalui Buffering, Raster Thresholding, dan Zonal Statistics dengan dataset WorldPop, hingga menghasilkan visualisasi populasi terdampak berdasarkan kabupaten.

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1

  • Pengenalan Google Earth Engine dan konsep cloud geoprocessing
  • ImageCollection dan alur pengolahan data citra di GEE
  • Penentuan wilayah studi Kalimantan Tengah untuk analisis kebakaran
  • Data awal kebakaran dan akses dataset melalui Google Earth Engine
  • Visualisasi spasial area terdampak kebakaran

Sesi 2

  • Identifikasi area terdampak kebakaran menggunakan data citra
  • Pengolahan area terbakar untuk kebutuhan estimasi emisi
  • Faktor emisi karbon dalam perhitungan dampak kebakaran
  • Estimasi emisi karbon/CO₂ dari area terbakar
  • Perbandingan hasil estimasi dengan data GFED5

Sesi 3

  • Data Sentinel-5P untuk pemantauan kondisi kualitas udara
  • Pengolahan Aerosol Index, NO₂, dan HCHO
  • Data ECMWF ERA5 untuk informasi kondisi meteorologi
  • Parameter temperatur dan Wind U di wilayah kebakaran
  • Integrasi informasi kualitas udara dan kondisi cuaca dalam analisis kebakaran

Sesi 4

  • Zona bahaya berdasarkan fitur Buffering
  • Tingkat bahaya berdasarkan Raster Thresholding
  • Zonal Statistics demografi menggunakan dataset WorldPop
  • Toponimi wilayah pada hasil analisis kebakaran
  • Column Chart (UI Chart) populasi terdampak per kabupaten
     

Konten

Google Earth Engine dan Persiapan Data Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah

Modul Sesi 1
Script Pelatihan (Seluruh Sesi)
SHP Kalimantan Tengah
Bahan Paparan Sesi 1
Video Recording Sesi 1
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Estimasi Emisi Karbon dari Area Kebakaran Hutan

Modul Sesi 2
Bahan Paparan Sesi 2
Video Recording Sesi 2
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Analisis Kualitas Udara dan Kondisi Cuaca di Wilayah Kebakaran

Modul Sesi 3
Bahan Paparan Sesi 3
Video Recording Sesi 3
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Analisis Populasi Terdampak dan Tingkat Bahaya Kebakaran

Modul Sesi 4
Bahan Paparan Sesi 4
Video Recording Sesi 4
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus Kelas 1

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabuskebakaran1

Frequently Asked Question

Apakah saya harus sudah bisa menggunakan Google Earth Engine sebelumnya?

Tidak wajib. Pelatihan dimulai dari pengenalan Google Earth Engine (GEE), konsep cloud geoprocessing, ImageCollection, hingga alur pengolahan data. Peserta akan dipandu secara bertahap selama praktik.

Apakah pelatihan ini cocok untuk pemula?

Cocok untuk peserta yang sudah memiliki pemahaman dasar GIS dan data geospasial. Pengalaman menggunakan GEE sebelumnya tidak menjadi persyaratan utama karena dasar penggunaannya akan diperkenalkan dalam pelatihan.

Apa studi kasus yang digunakan dalam pelatihan?

Pelatihan menggunakan studi kasus kebakaran hutan di Kalimantan Tengah, mulai dari identifikasi area terdampak hingga analisis emisi karbon, kualitas udara, kondisi cuaca, dan populasi terdampak.

Dataset apa saja yang akan digunakan?

Peserta akan menggunakan beberapa dataset geospasial dan lingkungan, termasuk data citra kebakaran, GFED5, Sentinel-5P, ECMWF ERA5, dan WorldPop sesuai kebutuhan pada masing-masing sesi.

Apakah pelatihan hanya membahas pemetaan area kebakaran?

Tidak. Analisis mencakup beberapa aspek dampak kebakaran, yaitu area terdampak, estimasi emisi karbon/CO₂, kualitas udara, kondisi cuaca, tingkat bahaya, dan populasi terdampak.

Apakah peserta akan melakukan praktik langsung?

Ya. Peserta akan mengikuti praktik pengolahan data secara langsung menggunakan Google Earth Engine, mulai dari persiapan data hingga menghasilkan visualisasi dan analisis spasial.

Apa output yang akan diperoleh setelah mengikuti pelatihan?

Peserta akan menghasilkan visualisasi spasial area terdampak kebakaran, estimasi emisi karbon/CO₂, analisis kualitas udara dan kondisi cuaca, serta informasi tingkat bahaya dan populasi terdampak berdasarkan wilayah kabupaten.

Apakah perlu memiliki kemampuan coding atau Python?

Tidak menjadi persyaratan utama. Fokus Kelas 1 adalah analisis menggunakan Google Earth Engine, sehingga peserta tidak dituntut memiliki kemampuan Python sebelumnya.

Apakah pelatihan direkam?

Ya. Seluruh sesi direkam sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi setelah pelatihan selesai.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Tersedia dua jenis sertifikat, yaitu Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 2 sesi dari total 4 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Cocok untuk Kamu yang…

1. Mahasiswa atau peneliti di bidang geografi, penginderaan jauh, lingkungan, atau kebencanaan yang ingin mempelajari analisis kebakaran hutan berbasis data geospasial; 2. Praktisi GIS dan penginderaan jauh yang ingin mengembangkan kemampuan analisis menggunakan Google Earth Engine; 3. Analis lingkungan atau kebencanaan yang membutuhkan informasi spasial mengenai area terdampak kebakaran, emisi karbon, kualitas udara, dan populasi terdampak; 4. Perencana wilayah yang ingin memanfaatkan data geospasial untuk memahami dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat; 5. Pengguna GIS yang ingin beralih dari pengolahan data secara lokal menuju analisis geospasial berbasis cloud menggunakan Google Earth Engine....


02

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta

1. Memiliki ketertarikan pada bidang GIS, penginderaan jauh, lingkungan, kebencanaan, atau analisis geospasial; 2. Memahami dasar-dasar GIS seperti data raster, data vektor, sistem koordinat, dan visualisasi peta; 3. Mampu mengoperasikan komputer dan melakukan aktivitas dasar seperti mengelola file, membuka browser, serta mengakses dan mengunduh data; 4. Memiliki pemahaman dasar mengenai data citra dan informasi spasial akan membantu peserta mengikuti proses analisis dengan lebih mudah; 5. Pengalaman menggunakan Google Earth Engine tidak wajib, karena konsep dasar GEE, ImageCollection, serta alur pengolahan data akan diperkenalkan dan dipandu selama pelatihan....


03

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan

1. Processor: minimal Intel Core i3 / AMD Ryzen 3 atau setara; 2. RAM: minimal 8 GB untuk menjalankan browser dan kebutuhan praktik secara bersamaan; 3. Penyimpanan: tersedia ruang kosong minimal 10 GB untuk menyimpan data dan hasil latihan; 4. Browser: menggunakan versi terbaru Google Chrome, Microsoft Edge, atau browser berbasis Chromium; 5. Koneksi internet: koneksi internet yang stabil karena seluruh proses utama dilakukan melalui Google Earth Engine berbasis cloud....


04

CATATAN

Pelatihan ini merupakan kelas yang berfokus pada analisis kebakaran hutan dan dampaknya menggunakan Google Earth Engine dengan studi kasus Kalimantan Tengah. Peserta akan mengikuti alur analisis secara bertahap, mulai dari persiapan data kebakaran, identifikasi area terdampak, estimasi emisi karbon/CO₂, analisis kualitas udara dan kondisi cuaca, hingga analisis tingkat bahaya dan populasi terdampak. Seluruh praktik dilakukan menggunakan data dan metode yang telah disiapkan sehingga peserta dapat mengikuti proses analisis secara terstruktur. Pengalaman pemrograman sebelumnya tidak menjadi persyaratan utama, namun pemahaman dasar GIS dan data penginderaan jauh akan membantu peserta mengikuti praktik dengan lebih lancar....

Lihat Detail

Pemateri

Wening Asih Diva Aprilia

Wening Asih Diva Aprilia

GIS and Remote Sensing Instructor at Geosoftware.ID

Wening Asih Diva Aprilia merupakan praktisi dan instruktur di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan Kartografi. Ia memiliki latar belakang pendidikan Bachelor of Science (S.Si.) in Kartografi dan Penginderaan Jauh dari Universitas Gadjah Mada (2025) dan saat ini melanjutkan pendidikan Master of Science (M.Sc.) Candidate in Penginderaan Jauh di Universitas Gadjah Mada. Saat ini, Wening aktif sebagai GIS and Remote Sensing Instructor di Geosoftware.ID. Ia memiliki pengalaman sebagai Teaching Assistant in Remote Sensing and Cartography di Universitas Gadjah Mada, dengan keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi di bidang penginderaan jauh dan kartografi. Ia juga memiliki pengalaman sebagai GIS Intern di CV. Greentera Mapindo serta sebagai GIS and Remote Sensing Mentor untuk berbagai kebutuhan pembelajaran dan pekerjaan geospasial. Keahliannya mencakup GIS, penginderaan jauh, kartografi, dan analisis data geospasial, yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, pemetaan, serta pengolahan dan interpretasi informasi spasial. Melalui pengalaman akademik dan profesional tersebut, Wening aktif mendukung pengembangan keterampilan geospasial melalui pembelajaran yang aplikatif dan berbasis praktik.

Loading...