Kelas 2 - Pemodelan Kenyamanan Pejalan Kaki Menggunakan Walkability Index Berbasis Visualisasi 3D

Apa yang akan kamu dapatkan?

3 Video   
9 Files   

Lihat Detail

Pemateri

 Ai Sulastri

Ai Sulastri

GIS and Remote Sensing Instructor at Geosoftware.ID

Ai Sulastri merupakan praktisi di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan analisis geospasial dengan latar belakang pendidikan Sains Informasi Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai GIS and Remote Sensing Instructor di Geosoftware.ID serta memiliki pengalaman dalam pengolahan dan analisis data spasial untuk mendukung berbagai kebutuhan pemetaan, penelitian, dan perencanaan wilayah. Ai memiliki pengalaman sebagai GIS Research Assistant di Universitas Pendidikan Indonesia dengan fokus pada pengolahan data geospasial, analisis spasial, dan pengembangan pemodelan berbasis SIG. Selain itu, ia juga berpengalaman sebagai Research Intern di Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN serta GIS Operator & Surveyor di PT Multi Pranata Mandiri Nusantara. Keahliannya mencakup pengolahan data penginderaan jauh, pemodelan geospasial, analisis data perkotaan, visualisasi spasial, serta pemanfaatan teknologi GIS untuk mendukung penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, ia juga aktif dalam pengembangan kapasitas geospasial melalui pelatihan SIG dan penginderaan jauh guna meningkatkan penerapan teknologi geospasial dalam bidang lingkungan, perkotaan, dan perencanaan wilayah.

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Sobat Geosoftware dengan pemahaman mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG), Walkability Index, dan visualisasi 3D dalam melakukan analisis kenyamanan serta aksesibilitas pejalan kaki di kawasan perkotaan. Peserta akan mempelajari bagaimana mengintegrasikan berbagai data geospasial perkotaan untuk membangun model penilaian walkability yang dapat digunakan dalam mendukung perencanaan kota yang lebih inklusif, nyaman, dan berkelanjutan.

Pada tahap awal, peserta akan diperkenalkan dengan konsep dasar Walkability Index dan pengumpulan data geospasial perkotaan. Materi mencakup pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan pejalan kaki, seperti jaringan jalan, fasilitas publik, aksesibilitas transportasi, serta kondisi lingkungan perkotaan. Peserta juga akan mempelajari proses akuisisi data melalui OpenStreetMap (OSM), BIG, dan sumber data lainnya untuk membangun dataset yang digunakan dalam pemodelan walkability.

Pada sesi berikutnya, peserta akan mempelajari teknik pemodelan Walkability Index menggunakan Plugin OS-WALK-EU di QGIS. Peserta akan melakukan proses pengolahan data spasial, penyesuaian parameter penilaian, pengaturan area pemodelan, hingga menghasilkan peta indeks kenyamanan pejalan kaki. Selain itu, peserta akan memahami bagaimana hasil analisis dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan perkotaan berdasarkan tingkat aksesibilitas dan kemudahan mobilitas.

Pada tahap akhir, pelatihan difokuskan pada penerapan visualisasi 3D hasil pemodelan Walkability Index untuk menghasilkan representasi spasial yang lebih informatif dan komunikatif. Peserta akan mempelajari proses pembuatan model kawasan perkotaan dalam bentuk 3D, integrasi hasil analisis walkability dengan visualisasi tiga dimensi, hingga penyajian output yang dapat mendukung perencanaan transportasi, tata ruang, dan pengembangan kota berkelanjutan. 

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1 (Rabu, 5 Agustus 2026) | 19.00–21.30 WIB)

  • Pengenalan konsep kenyamanan pejalan kaki dalam perencanaan kota
  • Memahami urgensi pemodelan dan pemetaan Walkability Index
  • Pengenalan definisi dan komponen penyusun Walkability Index
  • Identifikasi kebutuhan data spasial untuk pemodelan walkability
  • Akuisisi data jaringan jalan dan footprint bangunan menggunakan OSM/BIG
  • Pengumpulan data POI amenitas (sekolah, rumah sakit, taman, supermarket, dan tempat ibadah)
  • Persiapan data geospasial untuk pemodelan Walkability Index

Sesi 2 (Jumat, 7 Agustus 2026) | 19.00–21.30 WIB)

  • Pengumpulan data pendukung berupa land use mix, populasi, dan akses transportasi
  • Akuisisi serta integrasi data kepadatan penduduk menggunakan WorldPop
  • Instalasi dan konfigurasi Plugin OS-WALK-EU pada QGIS
  • Persiapan data input untuk perhitungan Walkability Index
  • Pengaturan parameter dan pembobotan dimensi walkability
  • Pemrosesan skenario pemodelan Walkability Index
  • Interpretasi hasil analisis tingkat kenyamanan pejalan kaki

Sesi 3 (Sabtu, 8 Agustus 2026) | 13.00–15.30 WIB)

  • Pengenalan konsep visualisasi 3D untuk analisis kawasan perkotaan
  • Persiapan data 3D footprint bangunan berbasis OpenStreetMap
  • Integrasi hasil Walkability Index dengan model kawasan 3D
  • Pengaturan simbolisasi dan representasi visual data spasial
  • Pembuatan visualisasi menggunakan QGIS 3D Map View
  • Penyusunan peta 3D Walkability Index
  • Pembuatan layout peta hasil analisis siap publikasi 

Sesi bootcamp

1

Sesi 1: Pengenalan Walkability Index dan Pengumpulan Data Geospasial Perkotaan

Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar kepada peserta mengenai konsep Walkability Index sebagai metode analisis kenyamanan pejalan kaki dalam mendukung perencanaan kota berkelanjutan. Peserta akan mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi walkability suatu kawasan, komponen penyusun indeks kenyamanan pejalan kaki, serta kebutuhan data spasial untuk proses pemodelan. Selain itu, peserta akan melakukan akuisisi data jaringan jalan dan footprint bangunan menggunakan OpenStreetMap (OSM)/BIG, pengumpulan data Point of Interest (POI) seperti sekolah, rumah sakit, taman, supermarket, dan tempat ibadah, serta mempersiapkan dataset geospasial yang akan digunakan sebagai dasar dalam pemodelan Walkability Index. ...

2

Sesi 2: Pemodelan Walkability Index Menggunakan Plugin OS-WALK-EU di QGIS

Sesi ini berfokus pada penerapan Plugin OS-WALK-EU di QGIS untuk melakukan pemodelan Walkability Index berbasis data geospasial. Peserta akan mempelajari proses pengumpulan dan integrasi data pendukung seperti land use mix, populasi, dan akses transportasi, serta pemanfaatan data kepadatan penduduk menggunakan WorldPop. Pada sesi ini peserta juga akan melakukan instalasi dan konfigurasi Plugin OS-WALK-EU, persiapan data input, pengaturan parameter dan pembobotan dimensi walkability, hingga menghasilkan serta menginterpretasikan peta tingkat kenyamanan pejalan kaki. ...

3

Sesi 3: Visualisasi 3D Hasil Pemodelan Walkability Index

Sesi ini difokuskan pada proses visualisasi 3D hasil pemodelan Walkability Index untuk menghasilkan penyajian informasi spasial yang lebih interaktif dan komunikatif. Peserta akan mempelajari konsep visualisasi kawasan perkotaan berbasis tiga dimensi, persiapan data 3D footprint bangunan dari OpenStreetMap, integrasi hasil analisis Walkability Index dengan model kawasan 3D, serta pengaturan simbolisasi menggunakan QGIS 3D Map View. Pada akhir sesi, peserta akan menghasilkan visualisasi 3D Walkability Index dan layout peta siap publikasi sebagai output analisis. ...

Konten

Pengenalan Walkability Index dan Pengumpulan Data Geospasial Perkotaan

Modul Sesi 1
Bahan Paparan Sesi 1
Video Recording Sesi 1
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Pemodelan Walkability Index Menggunakan Plugin OS-WALK-EU di QGIS

Modul Sesi 2
Bahan Paparan Sesi 2
Video Recording Sesi 2
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Visualisasi 3D Hasil Pemodelan Walkability Index

Modul Sesi 3
Bahan Paparan Sesi 3
Video Recording Sesi 3
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabuspejalan3D

Frequently Asked Question

Apakah kelas ini cocok untuk pemula?

Kelas ini berada pada tingkat Intermediate. Peserta disarankan sudah memahami dasar-dasar GIS seperti data raster, data vektor, sistem koordinat, dan penggunaan software pemetaan. Namun, peserta pemula yang sudah memiliki ketertarikan dan dasar GIS tetap dapat mengikuti karena materi akan dijelaskan secara bertahap.

Software apa saja yang digunakan selama pelatihan?

Pelatihan ini menggunakan QGIS sebagai software utama untuk pengolahan data geospasial, pemodelan Walkability Index menggunakan Plugin OS-WALK-EU, serta visualisasi hasil analisis menggunakan fitur QGIS 3D Map View.

Apakah peserta perlu memiliki pengalaman menggunakan QGIS sebelumnya?

Pengalaman menggunakan QGIS akan menjadi nilai tambah, namun tidak wajib. Peserta akan tetap mendapatkan panduan workflow mulai dari persiapan data, pemodelan, hingga visualisasi hasil analisis.

Apakah pelatihan direkam?

Ya. Seluruh sesi direkam sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi setelah pelatihan selesai.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Tersedia dua jenis sertifikat, yaitu Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 2 sesi dari total 3 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta

1. Memiliki ketertarikan pada bidang GIS, perencanaan wilayah, perkotaan, transportasi, atau analisis geospasial. 2. Memahami dasar-dasar GIS seperti data raster, data vektor, sistem koordinat, dan visualisasi peta. 3. Memiliki pengalaman dasar menggunakan QGIS menjadi nilai tambah, namun tidak wajib. 4. Memahami konsep dasar pengolahan data spasial dan analisis berbasis lokasi akan membantu dalam mengikuti praktik. 5. Memiliki ketertarikan dalam pemodelan kawasan perkotaan, Walkability Index, dan visualisasi data spasial berbasis 3D....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan

1. Processor: Minimal Intel Core i3 / AMD Ryzen 3 (disarankan Intel Core i5 / Ryzen 5 atau lebih tinggi). 2. RAM: Minimal 4 GB (disarankan 8 GB atau lebih untuk proses visualisasi 3D). 3. Storage: Minimal tersedia 10 GB ruang kosong untuk penyimpanan software dan data latihan. 4. Sistem Operasi: Windows 10/11, macOS, atau Linux. 5. Software: QGIS versi terbaru yang mendukung Plugin OS-WALK-EU dan fitur QGIS 3D Map View. 6. Internet: Minimal 5 Mbps dan stabil untuk mengakses data online seperti OpenStreetMap serta sumber data geospasial lainnya....


03

CATATAN

Pelatihan ini merupakan kelas tingkat Intermediate yang ditujukan bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan analisis geospasial melalui pemodelan Walkability Index berbasis QGIS dan visualisasi 3D. Peserta disarankan telah memiliki pemahaman dasar mengenai GIS, pengolahan data spasial, serta penggunaan software pemetaan untuk memudahkan proses praktik. Kelas ini cocok untuk mahasiswa, peneliti, praktisi GIS, urban planner, maupun profesional yang tertarik dalam pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung analisis kenyamanan pejalan kaki, evaluasi kawasan perkotaan, dan perencanaan kota yang lebih nyaman, inklusif, serta berkelanjutan....

Lihat Detail

Pemateri

 Ai Sulastri

Ai Sulastri

GIS and Remote Sensing Instructor at Geosoftware.ID

Ai Sulastri merupakan praktisi di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan analisis geospasial dengan latar belakang pendidikan Sains Informasi Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai GIS and Remote Sensing Instructor di Geosoftware.ID serta memiliki pengalaman dalam pengolahan dan analisis data spasial untuk mendukung berbagai kebutuhan pemetaan, penelitian, dan perencanaan wilayah. Ai memiliki pengalaman sebagai GIS Research Assistant di Universitas Pendidikan Indonesia dengan fokus pada pengolahan data geospasial, analisis spasial, dan pengembangan pemodelan berbasis SIG. Selain itu, ia juga berpengalaman sebagai Research Intern di Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN serta GIS Operator & Surveyor di PT Multi Pranata Mandiri Nusantara. Keahliannya mencakup pengolahan data penginderaan jauh, pemodelan geospasial, analisis data perkotaan, visualisasi spasial, serta pemanfaatan teknologi GIS untuk mendukung penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, ia juga aktif dalam pengembangan kapasitas geospasial melalui pelatihan SIG dan penginderaan jauh guna meningkatkan penerapan teknologi geospasial dalam bidang lingkungan, perkotaan, dan perencanaan wilayah.

Loading...