ASINKRONUS - Pemodelan Hidrologi dengan QSWAT+ & QGIS

Apa yang akan kamu dapatkan?

1 Bacaan   
3 Video   
10 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Abdullah Husna, S.T., M.T.

Abdullah Husna, S.T., M.T.

Hydrogeologist at Geological Agency of Indonesia

Abdullah Husna, S.T., M.T. adalah seorang profesional di bidang hidrogeologi dengan latar belakang pendidikan Magister Teknik Air Tanah dan Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Minat dan keahliannya berfokus pada pemodelan airtanah, simulasi hidrologi, serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Beliau memiliki pengalaman dalam berbagai proyek penelitian dan pemodelan hidrologi, termasuk pemodelan interaksi air permukaan–air tanah, penilaian keberlanjutan sumber daya air, serta pemetaan kerentanan lingkungan. Pengalamannya di bidang sumulasi hidrologi telah dipublikasikan dalam beberapa jurnal ilmiah, dari simulasi pengaruh perubahan tata guna lahan hingga dampak sistem air tanah pada debit aliran. Melalui pelatihan SWAT+, beliau berharap dapat memperdalam kemampuan teknis dalam pemodelan hidrologi, meningkatkan keterampilan kalibrasi model dan analisis skenario, serta mengaplikasikannya untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis data dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Rizky Ramdani, S.Pd.

Rizky Ramdani, S.Pd.

GIS Analyst, GIS Developer, and Spatial Data Enthusiast

Rizky Ramdani, S.Pd. adalah seorang profesional di bidang Geografi dan Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan latar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Minat dan keahliannya berfokus pada analisis spasial, pengembangan WebGIS, serta pemanfaatan teknologi open source GIS untuk mendukung pemetaan dan pengelolaan lingkungan. Beliau memiliki pengalaman dalam berbagai proyek pemetaan dan pengembangan GIS, termasuk pemetaan batas desa, pemetaan fasilitas umum, pemodelan karbon, serta pengembangan aplikasi WebGIS untuk kebutuhan seperti tracking kapal, analisis batimetri sungai, dan visualisasi data keanekaragaman hayati. Selain itu, Rizky juga berpengalaman dalam integrasi data GIS dengan teknologi web menggunakan Next.js, Node.js, Express.js, serta visualisasi data interaktif dengan Leaflet dan Chart.js. Melalui keterlibatan dalam berbagai proyek, pelatihan, dan pengembangan aplikasi, beliau berharap dapat terus memperdalam kemampuan teknis dalam analisis spasial dan WebGIS, meningkatkan keterampilan integrasi data spasial dengan teknologi modern, serta mengaplikasikannya untuk mendukung perencanaan, pengelolaan lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data di Indonesia.

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif dan keterampilan praktis dalam menggunakan QSWAT+ dan QGIS untuk pemodelan hidrologi. Peserta akan belajar mulai dari persiapan data spasial dan iklim, pembangunan DAS dan HRU, hingga menjalankan simulasi model SWAT+. Selain itu, peserta juga akan diperkenalkan pada teknik evaluasi dan kalibrasi dasar model, serta visualisasi output secara spasial dan temporal.

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1

  • Pengantar pemodelan hidrologi menggunakan QSWAT+
  • Instalasi perangkat lunak: QGIS, QSWAT+, dan SWAT Editor
  • Persiapan & preprocessing data DEM (clip, reproyeksi)
  • Persiapan & preprocessing data spasial (land use, soil)Persiapan & preprocessing data iklim (curah hujan, suhu, dll.)
     

Sesi 2

  • Review sesi 1
  • Pembuatan DAS (Watershed Delineation) dengan DEM
  • Pembuatan HRU (Hydrology Response Unit)
  • Input data iklim & menjalankan simulasi SWAT+

Sesi 3

  • Review sesi 2
  • Evaluasi model dengan SWAT Check
  • Kalibrasi dasar SWAT+ (simulasi vs observasi, parameter Curve Number)
  • Visualisasi output: spatial dan temporal

Konten

Sesi 1: Pengenalan, Instalasi, dan Persiapan Data

Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live
File Installer
Modul Pelatihan (Update)
Data Pelatihan (Update)

Sesi 2: Membangun dan Menjalankan Model SWAT+

Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live
Bahan Paparan
Modul Pelatihan
File Installer Software
Data Pelatihan (Update)

Sesi 3: Evaluasi, Kalibrasi, dan Visualisasi

Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live
Modul Pelatihan

Silabus

01

Silabus QSWAT

Akses silabus melalui link berikut https://s.id/silabusqswat

Frequently Asked Question

Apakah saya harus sudah mahir GIS untuk mengikuti pelatihan ini?

Tidak. Penguasaan GIS tidak diwajibkan. Namun, pemahaman dasar mengenai data spasial (seperti DEM atau shapefile) akan sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Apakah pelatihan ini cocok untuk pemula?

Ya. Pelatihan ini dirancang untuk tingkat pemula hingga menengah. Materi disusun secara bertahap mulai dari konsep dasar hingga praktik langsung pemodelan hidrologi menggunakan QSWAT+.

Sistem operasi apa yang didukung?

QSWAT+ berjalan sebagai plugin di QGIS yang tersedia untuk Windows, Linux, dan macOS. Namun, beberapa fitur tambahan seperti SWAT Editor hanya tersedia di Windows, sehingga penggunaan Windows sangat direkomendasikan.

Apakah saya harus menyiapkan data sendiri?

Tidak. Panitia akan menyediakan data latihan berupa DEM, data iklim, dan shapefile. Namun, peserta juga dapat mencoba menggunakan data mereka sendiri setelah sesi pelatihan.

Apakah materi pelatihan bisa diakses setelah kelas selesai?

Ya. Peserta akan mendapatkan akses ke modul, data latihan, dan rekaman agar bisa dipelajari kembali secara mandiri.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:

1. Tertarik mempelajari pemodelan hidrologi, aliran sungai, dan pengelolaan sumber daya air. 2. Memahami konsep dasar hidrologi atau aliran permukaan akan menjadi nilai tambah. 3. Terbiasa menggunakan komputer dan memiliki minat untuk mencoba perangkat lunak teknis (seperti QGIS, QSWAT+, atau SWAT Editor). 4. Tidak diwajibkan menguasai GIS, namun pemahaman data spasial seperti DEM dan shapefile akan sangat membantu proses pembelajaran....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:

1. Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit) direkomendasikan untuk kelancaran penuh, karena QSWAT+ berjalan sebagai plugin di QGIS (tersedia juga untuk Linux dan macOS). Namun, beberapa fitur tambahan seperti SWAT Editor hanya tersedia di Windows. 2. Prosesor (CPU): Minimal Intel Core i5 atau setara. (disarankan i7 untuk pemrosesan data yang lebih cepat) 3. RAM: Minimal 8 GB. (disarankan 16 GB jika mengolah dataset spasial berukuran besar, misalnya DEM resolusi tinggi atau data iklim jangka panjang) 4. Penyimpanan: Minimal 10 GB ruang kosong untuk instalasi software (QGIS, QSWAT+, SWAT Editor, Python) dan file latihan. Catatan: Proses preprocessing data spasial dan running model SWAT dapat memerlukan daya komputasi yang cukup besar, terutama untuk DAS dengan cakupan luas atau periode simulasi panjang. Pastikan perangkat memiliki koneksi internet stabil untuk mengunduh software pendukung serta dataset (DEM, data iklim, dan shapefile)....


03

Catatan:

Pelatihan ini ditujukan untuk peserta tingkat pemula hingga menengah yang tertarik mempelajari pemodelan hidrologi menggunakan QSWAT+. Materi pelatihan disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan konsep dasar dan instalasi perangkat lunak (QGIS, QSWAT+, dan SWAT Editor), hingga praktik langsung membangun model hidrologi. Peserta akan belajar menyiapkan data spasial (DEM, tutupan lahan, jenis tanah) dan data iklim sebagai input, kemudian menjalankan simulasi untuk menghasilkan output hidrologi. Pelatihan ini sangat sesuai bagi yang ingin memahami analisis DAS, pembuatan HRU, evaluasi serta kalibrasi dasar model, hingga visualisasi hasil berupa hidrograf, neraca air, dan sedimen....

Lihat Detail

Pemateri

Abdullah Husna, S.T., M.T.

Abdullah Husna, S.T., M.T.

Hydrogeologist at Geological Agency of Indonesia

Abdullah Husna, S.T., M.T. adalah seorang profesional di bidang hidrogeologi dengan latar belakang pendidikan Magister Teknik Air Tanah dan Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Minat dan keahliannya berfokus pada pemodelan airtanah, simulasi hidrologi, serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Beliau memiliki pengalaman dalam berbagai proyek penelitian dan pemodelan hidrologi, termasuk pemodelan interaksi air permukaan–air tanah, penilaian keberlanjutan sumber daya air, serta pemetaan kerentanan lingkungan. Pengalamannya di bidang sumulasi hidrologi telah dipublikasikan dalam beberapa jurnal ilmiah, dari simulasi pengaruh perubahan tata guna lahan hingga dampak sistem air tanah pada debit aliran. Melalui pelatihan SWAT+, beliau berharap dapat memperdalam kemampuan teknis dalam pemodelan hidrologi, meningkatkan keterampilan kalibrasi model dan analisis skenario, serta mengaplikasikannya untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis data dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Rizky Ramdani, S.Pd.

Rizky Ramdani, S.Pd.

GIS Analyst, GIS Developer, and Spatial Data Enthusiast

Rizky Ramdani, S.Pd. adalah seorang profesional di bidang Geografi dan Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan latar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Minat dan keahliannya berfokus pada analisis spasial, pengembangan WebGIS, serta pemanfaatan teknologi open source GIS untuk mendukung pemetaan dan pengelolaan lingkungan. Beliau memiliki pengalaman dalam berbagai proyek pemetaan dan pengembangan GIS, termasuk pemetaan batas desa, pemetaan fasilitas umum, pemodelan karbon, serta pengembangan aplikasi WebGIS untuk kebutuhan seperti tracking kapal, analisis batimetri sungai, dan visualisasi data keanekaragaman hayati. Selain itu, Rizky juga berpengalaman dalam integrasi data GIS dengan teknologi web menggunakan Next.js, Node.js, Express.js, serta visualisasi data interaktif dengan Leaflet dan Chart.js. Melalui keterlibatan dalam berbagai proyek, pelatihan, dan pengembangan aplikasi, beliau berharap dapat terus memperdalam kemampuan teknis dalam analisis spasial dan WebGIS, meningkatkan keterampilan integrasi data spasial dengan teknologi modern, serta mengaplikasikannya untuk mendukung perencanaan, pengelolaan lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data di Indonesia.

Loading...