ASINKRONUS - Prediksi Perubahan Tutupan Lahan Masa Depan Berbasis CA-ANN Menggunakan QGIS dan Analisis Statistik Spasial dengan R

Apa yang akan kamu dapatkan?

1 Bacaan   
3 Video   
14 Files   

Lihat Detail

Pemateri

 Ai Sulastri

Ai Sulastri

GIS and Remote Sensing Instructor at Geosoftware.ID

Ai Sulastri merupakan praktisi di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan analisis geospasial dengan latar belakang pendidikan Sains Informasi Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai GIS and Remote Sensing Instructor di Geosoftware.ID serta memiliki pengalaman dalam pengolahan dan analisis data spasial untuk mendukung berbagai kebutuhan pemetaan, penelitian, dan perencanaan wilayah. Ai memiliki pengalaman sebagai GIS Research Assistant di Universitas Pendidikan Indonesia dengan fokus pada pengolahan data geospasial, analisis spasial, dan pengembangan pemodelan berbasis SIG. Selain itu, ia juga berpengalaman sebagai Research Intern di Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN serta GIS Operator & Surveyor di PT Multi Pranata Mandiri Nusantara. Keahliannya mencakup pengolahan data penginderaan jauh, pemodelan geospasial, analisis data perkotaan, visualisasi spasial, serta pemanfaatan teknologi GIS untuk mendukung penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, ia juga aktif dalam pengembangan kapasitas geospasial melalui pelatihan SIG dan penginderaan jauh guna meningkatkan penerapan teknologi geospasial dalam bidang lingkungan, perkotaan, dan perencanaan wilayah.

Deskripsi

Pelatihan ini membekali Sobat Geosoftware dengan kemampuan memprediksi perubahan tutupan lahan di masa depan serta menganalisis dinamikanya secara statistik dan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Peserta akan membangun model prediksi berbasis Cellular Automata dan Artificial Neural Network (CA-ANN) yang hasilnya dapat mendukung perencanaan wilayah, analisis lingkungan, serta pengambilan kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pada tahap awal, peserta mengenal konsep dasar prediksi perubahan tutupan lahan sekaligus menyiapkan data parameternya. Selain memahami urgensi prediksi bagi perencanaan wilayah, prinsip kerja CA-ANN, dan alur kerja plugin MOLUSCE di QGIS, peserta menyiapkan data tutupan lahan dua periode waktu (2015 dan 2020) sebagai dasar pemodelan dan mengunduh data pendorong seperti DEMNAS, jaringan sungai, serta jaringan jalan.

Tahap berikutnya berfokus pada pengolahan parameter dan pemodelan yang dilakukan secara bertahap dalam 3 kali iterasi. Peserta membuat peta elevasi, kemiringan lereng, serta jarak ke sungai dan jalan, lalu membangun model transisi dengan ANN dan menjalankan simulasi Cellular Automata: iterasi 1 mensimulasikan tahun 2025 menggunakan data 2015 dan 2020 lalu divalidasi dengan uji akurasi Kappa terhadap data aktual, sebelum model yang telah teruji digunakan sebagai dasar iterasi 2 (proyeksi 2030) dan iterasi 3 (proyeksi 2035).

Pada tahap akhir, peserta mengolah hasil prediksi menjadi informasi yang mudah dibaca dan dikomunikasikan. Menggunakan R Studio, peserta menghitung perubahan luas tiap kelas tutupan lahan antar tahun, menyajikannya dalam bentuk grafik dan peta perbandingan antarperiode (before-after), hingga menginterpretasikan pola perubahan sebagai dasar perencanaan tata ruang dan pengambilan keputusan berbasis spasial.

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1

  • Pengenalan konsep perubahan tutupan lahan dan urgensinya bagi perencanaan wilayah
  • Memahami prinsip kerja pemodelan prediksi berbasis Cellular Automata dan Artificial Neural Network (CA-ANN)
  • Pengenalan plugin MOLUSCE pada QGIS: instalasi dan alur kerja
  • Memahami konsep proyeksi ke masa depan melalui pengaturan 3 iterasi (validasi 2025, proyeksi 2030 dan 2035)
  • Persiapan data tutupan lahan dua periode waktu (2015 dan 2020) sebagai dasar pemodelan
  • Praktik unduh data parameter prediksi: DEMNAS, data jaringan sungai, dan data jaringan jalan
  • Penyiapan seluruh dataset parameter untuk proses pemodelan

Sesi 2

  • Pembuatan peta elevasi dan kemiringan lereng (slope) dari data DEMNAS
  • Pembuatan peta jarak ke sungai dan jarak ke jalan (Euclidean Distance)
  • Reklasifikasi dan standardisasi seluruh parameter pemodelan
  • Pemodelan transisi lahan menggunakan Artificial Neural Network (ANN)
  • Simulasi prediksi tutupan lahan (Cellular Automata) secara bertahap dalam 3 iterasi: iterasi 1 (simulasi tahun 2025 dari data 2015 & 2020), iterasi 2 (proyeksi 2030), dan iterasi 3 (proyeksi 2035)
  • Validasi model dengan uji akurasi Kappa pada iterasi 1 (tahun 2025) sebelum digunakan untuk proyeksi 2030 dan 2035

Sesi 3

  • Ekspor hasil prediksi tutupan lahan menjadi data tabular luas per kelas
  • Pengenalan dan penyiapan lingkungan kerja R Studio
  • Perhitungan dan tabulasi perubahan luas tiap kelas tutupan lahan antar tahun
  • Visualisasi tren perubahan luas tutupan lahan dalam bentuk grafik
  • Pembuatan peta perbandingan kondisi eksisting dengan hasil prediksi
  • Interpretasi pola dan tren perubahan tutupan lahan
  • Penyajian hasil analisis untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis spasial 

Konten

Pengenalan Prediksi Tutupan Lahan dan Persiapan Data Parameter

Modul Sesi 1
Data Sesi 1
Aplikasi R dan QGIS
Bahan Paparan Sesi 1
Video Recording Sesi 1
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Pengolahan Parameter dan Pemodelan Prediksi Tutupan Lahan ke Masa Depan

Modul Sesi 2
Data Sesi 2
Bahan Paparan Sesi 2
Video Recording Sesi 2
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live
Excel Uji Akurasi
Aplikasi Google Earth Pro

Visualisasi dan Analisis Perubahan Luas Tutupan Lahan

Modul Sesi 3
Data Sesi 3
Bahan Paparan Sesi 3
Video Recording Sesi 3
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/tutupan_lahan

Frequently Asked Question

Apakah kelas ini cocok untuk pemula?

Kelas ini berada pada tingkat Intermediate. Peserta disarankan sudah memahami dasar-dasar GIS (data raster, data vektor, sistem koordinat) dan mampu mengoperasikan QGIS pada tingkat dasar, karena seluruh proses pemodelan dilakukan di QGIS. Peserta pemula yang belum memiliki bekal tersebut tetap bisa bergabung, dan bisa menambahkan pembelian layanan pelatihan asinkronus Dasar QGIS dan R sebagai persiapan (lihat pertanyaan di bawah).

Software apa saja yang digunakan selama pelatihan?

Pelatihan ini menggunakan QGIS sebagai software utama untuk pengolahan data geospasial dan pemodelan prediksi tutupan lahan melalui plugin MOLUSCE (metode CA-ANN). Untuk analisis statistik dan visualisasi perubahan luas pada sesi akhir, digunakan R dan R Studio. Seluruh software bersifat gratis dan open source.

Apakah peserta perlu memiliki pengalaman menggunakan QGIS dan R sebelumnya?

Kemampuan dasar mengoperasikan QGIS sebaiknya sudah dimiliki, karena seluruh alur pemodelan berjalan di QGIS melalui plugin MOLUSCE. Untuk R, peserta tidak harus mahir, karena skrip sudah disediakan dan dipandu langkah demi langkah, sehingga pengalaman R hanya menjadi nilai tambah. Jika belum memiliki dasar QGIS maupun R, tersedia opsi pembelian layanan pelatihan asinkronus sebagai persiapan.

Bagaimana jika saya belum memiliki dasar QGIS dan R?

Tidak perlu khawatir. Saat checkout, Sobat Geosoftware bisa menambahkan layanan tambahan (add-on) berupa pelatihan asinkronus Dasar QGIS dan R. Dengan membeli add-on ini, Sobat mendapatkan diskon 25% untuk semua pelatihan asinkronus tersebut. Pelatihan asinkronus adalah pembelajaran mandiri melalui video rekaman/video pembelajaran beserta bahan pendukung seperti modul dan data, sehingga bisa dipelajari kapan saja sesuai ritme masing-masing sebelum mengikuti kelas utama.

Apakah pelatihan direkam?

Ya. Seluruh sesi direkam sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi setelah pelatihan selesai.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Tersedia dua jenis sertifikat, yaitu Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 2 sesi dari total 3 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Cocok untuk Kamu yang…

1) Mahasiswa atau peneliti bidang geografi, perencanaan wilayah, kehutanan, atau lingkungan yang membutuhkan analisis prediksi tutupan lahan; 2) Praktisi GIS yang ingin menambah kemampuan pemodelan spasial prediktif berbasis CA-ANN; 3) Perencana wilayah dan tata ruang yang ingin memproyeksikan tutupan lahan untuk mendukung kebijakan; 3) Profesional di bidang lingkungan atau kehutanan yang menganalisis dinamika perubahan lahan; 4) Pengguna QGIS yang ingin naik level dari pemetaan biasa ke analisis prediktif dan statistik spasial ...


02

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta

1) Memiliki ketertarikan pada bidang GIS, perencanaan wilayah, lingkungan, kehutanan, atau analisis geospasial; 2) Memahami dasar-dasar GIS seperti data raster, data vektor, sistem koordinat, dan visualisasi peta; 3) Mampu mengoperasikan QGIS pada tingkat dasar (memuat layer, navigasi peta, simbologi, dan tool pengolahan data), karena seluruh proses pemodelan dilakukan di QGIS melalui plugin MOLUSCE; 4)Memahami konsep dasar pengolahan data spasial dan analisis berbasis lokasi untuk memudahkan mengikuti praktik; 5) Bersedia menggunakan R dan R Studio pada sesi analisis statistik (Sesi 3); skrip disediakan dan dipandu langkah demi langkah, sehingga pengalaman dasar R menjadi nilai tambah namun tidak wajib. ...


03

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan

1) Processor: minimal Intel Core i3 / AMD Ryzen 3 (disarankan Intel Core i5 / Ryzen 5 atau lebih tinggi untuk proses pemodelan); 2) RAM: minimal 8 GB (disarankan 16 GB atau lebih untuk proses pelatihan model CA-ANN); 3) Storage: minimal tersedia 10 GB ruang kosong untuk software dan data latihan; 4) Sistem Operasi: Windows 10/11, macOS, atau Linux; 5) Software: QGIS versi yang kompatibel dengan plugin MOLUSCE, serta R dan R Studio; 6) Internet: minimal 5 Mbps dan stabil untuk mengunduh data seperti DEMNAS, OpenStreetMap, dan sumber data geospasial lainnya. ...


04

CATATAN

Pelatihan ini merupakan kelas tingkat Intermediate bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan analisis geospasial melalui pemodelan prediksi perubahan tutupan lahan berbasis QGIS (CA-ANN/MOLUSCE) dan analisis statistik spasial dengan R. Peserta diharapkan sudah mampu mengoperasikan QGIS dasar dan memahami pengolahan data spasial agar dapat mengikuti praktik dengan lancar. Kelas ini cocok untuk mahasiswa, peneliti, praktisi GIS, perencana wilayah dan tata ruang, serta profesional lingkungan dan kehutanan yang tertarik memanfaatkan teknologi geospasial untuk memprediksi dinamika tutupan lahan dan mendukung perencanaan yang lebih terarah dan berkelanjutan....

Lihat Detail

Pemateri

 Ai Sulastri

Ai Sulastri

GIS and Remote Sensing Instructor at Geosoftware.ID

Ai Sulastri merupakan praktisi di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan analisis geospasial dengan latar belakang pendidikan Sains Informasi Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai GIS and Remote Sensing Instructor di Geosoftware.ID serta memiliki pengalaman dalam pengolahan dan analisis data spasial untuk mendukung berbagai kebutuhan pemetaan, penelitian, dan perencanaan wilayah. Ai memiliki pengalaman sebagai GIS Research Assistant di Universitas Pendidikan Indonesia dengan fokus pada pengolahan data geospasial, analisis spasial, dan pengembangan pemodelan berbasis SIG. Selain itu, ia juga berpengalaman sebagai Research Intern di Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN serta GIS Operator & Surveyor di PT Multi Pranata Mandiri Nusantara. Keahliannya mencakup pengolahan data penginderaan jauh, pemodelan geospasial, analisis data perkotaan, visualisasi spasial, serta pemanfaatan teknologi GIS untuk mendukung penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, ia juga aktif dalam pengembangan kapasitas geospasial melalui pelatihan SIG dan penginderaan jauh guna meningkatkan penerapan teknologi geospasial dalam bidang lingkungan, perkotaan, dan perencanaan wilayah.

Loading...