ASINKRONUS - Analisis Kerawanan dan Dampak Banjir Menggunakan QGIS & InaSAFE (Studi Kasus: Banjir Kota Semarang)

Apa yang akan kamu dapatkan?

3 Video   
9 Files   

Lihat Detail

Pemateri

M. Ilham Habib

M. Ilham Habib

GIS Specialist/Instructor at Geosoftware.id

M. Ilham Habib adalah profesional di bidang Geografi dan Sains Data Spasial dengan keahlian dalam GIS, Penginderaan Jauh, dan Analisis Spasial berbasis Machine Learning. Ilham merupakan lulusan Sarjana Sains Geografi dari Universitas Negeri Padang dengan IPK 3.67, dengan fokus pada pemetaan, analisis geospasial, penginderaan jauh, serta pemrograman Python untuk analisis data spasial. Ilham memiliki pengalaman mengajar yang cukup baik, di antaranya pernah menjadi asisten dosen dan mengajar di universitas negeri padang jurusan geografi dan universitas bung hatta jurusan Perencanaan wilayah dan kota. Selain itu ilham juga telah menjadi instruktur di bidang GIS, Remote Sensing, dan machine learning untuk data spasial pada berbagai pelatihan profesional yang diselenggarakan oleh Geosoftware ID. Dedikasinya dalam bidang geospasial juga tercermin dari berbagai prestasi nasional yang diraihnya, seperti Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Geografi Nasional (PIKOM-G), Juara 3 Kompetisi Pemetaan SCALE MAP, dan juga juara 3 dalam kompetisi mapcom barrashepere 2025 oleh PT Barrakusuma Spatial Teknologi

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Sobat Geosoftware dengan pemahaman komprehensif mengenai analisis kerawanan bencana banjir dan pemodelan dampak bencana berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan QGIS dan plugin InaSAFE. Peserta akan mempelajari peran GIS dalam analisis kebencanaan, pengenalan serta penggunaan dasar QGIS, dan alur kerja analisis banjir berbasis data spasial.

Pada tahap awal, peserta akan mempelajari teknik persiapan dan pengolahan data parameter kerawanan banjir, yang meliputi berbagai faktor pendukung untuk penyusunan peta kerawanan banjir. Peta kerawanan ini disusun sebagai hazard layer yang menjadi dasar pemodelan dampak bencana. Peserta akan memahami bagaimana data spasial diolah secara sistematis agar siap digunakan dalam analisis dampak menggunakan InaSAFE.

Pada sesi lanjutan, pelatihan difokuskan pada pemodelan skenario dampak bencana banjir menggunakan plugin InaSAFE. Peserta akan mempelajari metode skoring dan overlay parameter kerawanan, persiapan data keterpaparan seperti bangunan, fasilitas umum, dan populasi, serta interpretasi hasil analisis dampak. Materi diakhiri dengan visualisasi dan publikasi hasil analisis dalam bentuk peta tematik dan WebGIS, sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh dari tahap analisis hingga penyajian informasi kebencanaan yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

Jadwal dan List Materi:

Sesi 1

  • Peran GIS dalam analisis kerawanan dan dampak bencana banjir
  • Pengenalan dan dasar penggunaan QGIS untuk analisis kebencanaan
  • Persiapan dan pengolahan data parameter kerawanan banjir sebagai hazard layer InaSAFE

Sesi 2

  • Penyusunan peta kerawanan banjir melalui skoring dan overlay parameter
  • Pengenalan plugin InaSAFE dan konsep analisis dampak bencana
  • Persiapan data exposure layer untuk analisis dampak InaSAFE
  • Pemodelan skenario dampak bencana banjir menggunakan InaSAFE

Sesi 3

  • Layouting peta hasil analisis kerawanan dan dampak banjir
  • Visualisasi interaktif hasil analisis dampak InaSAFE
  • Publikasi peta dampak bencana berbasis WebGIS 

Konten

Pengenalan QGIS & Persiapan Data untuk Pemodelan InaSAFE

Modul Pelatihan Sesi 1
Data Pelatihan (Final)
Bahan Paparan (Seluruh Sesi)
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Analisis Kerawanan dan Pemodelan Dampak Banjir dengan InaSAFE

Modul Pelatihan Sesi 2
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live
Data Tambahan Sesi 2

Visualisasi dan Publikasi Hasil Analisis Dampak InaSAFE

Modul Pelatihan Sesi 3
Video Recording Sesi Live
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus Pelatihan

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabusQGIS_Inasafe

Frequently Asked Question

Kelas ini cocok untuk siapa?

Kelas ini cocok untuk pemula hingga tingkat dasar yang ingin mempelajari analisis kerawanan dan dampak bencana banjir menggunakan QGIS dan plugin InaSAFE. Pelatihan ini sesuai untuk mahasiswa, akademisi, praktisi GIS pemula, maupun peserta umum yang tertarik pada analisis kebencanaan berbasis data spasial.

Apakah harus sudah mahir menggunakan QGIS?

Tidak. Peserta cukup memiliki pemahaman dasar mengenai peta digital dan data spasial. Materi disusun bertahap, dimulai dari pengenalan QGIS hingga analisis sederhana menggunakan InaSAFE.

Apakah perlu pengalaman analisis kebencanaan sebelumnya?

Tidak diperlukan. Kelas ini dirancang sebagai pengenalan dasar analisis kebencanaan, khususnya banjir, sehingga peserta tanpa latar belakang kebencanaan tetap dapat mengikuti pelatihan.

Perangkat lunak apa saja yang akan digunakan?

Pelatihan menggunakan QGIS sebagai perangkat lunak utama dan plugin InaSAFE untuk pemodelan dampak bencana. Seluruh perangkat lunak yang digunakan bersifat open source.

Apakah pelatihan ini bersifat teori atau praktik?

Pelatihan bersifat praktik langsung (hands-on) dengan pendampingan. Peserta akan memproses data latihan dan menjalankan analisis secara bertahap bersama pemateri.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:

1. Pemahaman Dasar Data Spasial dan Konsep Kebencanaan: Peserta disarankan memiliki pemahaman umum mengenai data spasial, seperti peta digital, sistem koordinat, serta konsep dasar kebencanaan (bahaya, kerawanan, dan dampak). Pengetahuan ini membantu peserta memahami konteks analisis banjir, keterkaitan antar parameter kerawanan, serta interpretasi hasil pemodelan dampak bencana. 2. Familiar dengan Peta Digital dan Lingkungan GIS: Peserta diharapkan terbiasa membaca dan memahami peta digital serta representasi data spasial seperti layer vektor dan raster. Kemampuan ini penting untuk mendukung proses pengolahan data parameter banjir, analisis overlay, visualisasi peta kerawanan, serta penyajian hasil analisis dampak menggunakan perangkat lunak GIS seperti QGIS. 3. Pemahaman Dasar Alur Kerja Analisis Spasial: Peserta disarankan memiliki pemahaman dasar mengenai alur kerja analisis spasial, mulai dari persiapan data, pengolahan, hingga interpretasi hasil. Pengalaman dasar menggunakan QGIS, seperti memuat data, melakukan styling sederhana, dan menjalankan analisis dasar, akan sangat membantu dalam proses pemodelan dampak bencana menggunakan plugin InaSAFE. Namun, peserta tidak diwajibkan memiliki pengalaman analisis kebencanaan atau pemodelan lanjutan sebelumnya....


02

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:

1. Processor: Minimal Intel i3 / AMD Ryzen 3 atau setara. Direkomendasikan Intel i5 / AMD Ryzen 5 atau lebih tinggi agar proses analisis spasial dan pemodelan dampak dengan QGIS dan InaSAFE berjalan lebih lancar. 2. RAM: Minimum 8 GB. Disarankan 16 GB untuk kenyamanan saat menjalankan QGIS, plugin InaSAFE, serta pengolahan data spasial secara bersamaan. 3. Storage: Minimal 10–15 GB ruang kosong untuk instalasi QGIS dan plugin pendukung, penyimpanan data latihan, serta hasil analisis peta dan WebGIS. 4. Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit), macOS versi terbaru, atau Linux (Ubuntu 20.04 LTS atau setara) yang mendukung instalasi QGIS dan plugin InaSAFE. 5. Koneksi Internet: Koneksi internet stabil dengan kecepatan minimal 5 Mbps. Digunakan untuk mengunduh data latihan, instalasi plugin, serta mengikuti pelatihan daring melalui Zoom....


03

CATATAN

Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang ingin mempelajari dasar analisis kerawanan dan pemodelan dampak bencana banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan QGIS dan plugin InaSAFE. Kelas ini berada pada level dasar (basic) dan dirancang untuk peserta yang sudah mengenal peta digital, namun belum memiliki pengalaman dalam analisis kebencanaan maupun penggunaan InaSAFE. Materi disusun secara bertahap dan aplikatif, dimulai dari pengenalan QGIS dan persiapan data kerawanan banjir, dilanjutkan dengan analisis sederhana dan pemodelan dampak banjir menggunakan InaSAFE, hingga visualisasi dan publikasi hasil analisis dalam bentuk peta tematik dan WebGIS. Dengan pendekatan praktik langsung, pelatihan ini memberikan fondasi awal yang kuat bagi peserta untuk memahami alur kerja analisis dampak bencana banjir berbasis GIS....

Lihat Detail

Pemateri

M. Ilham Habib

M. Ilham Habib

GIS Specialist/Instructor at Geosoftware.id

M. Ilham Habib adalah profesional di bidang Geografi dan Sains Data Spasial dengan keahlian dalam GIS, Penginderaan Jauh, dan Analisis Spasial berbasis Machine Learning. Ilham merupakan lulusan Sarjana Sains Geografi dari Universitas Negeri Padang dengan IPK 3.67, dengan fokus pada pemetaan, analisis geospasial, penginderaan jauh, serta pemrograman Python untuk analisis data spasial. Ilham memiliki pengalaman mengajar yang cukup baik, di antaranya pernah menjadi asisten dosen dan mengajar di universitas negeri padang jurusan geografi dan universitas bung hatta jurusan Perencanaan wilayah dan kota. Selain itu ilham juga telah menjadi instruktur di bidang GIS, Remote Sensing, dan machine learning untuk data spasial pada berbagai pelatihan profesional yang diselenggarakan oleh Geosoftware ID. Dedikasinya dalam bidang geospasial juga tercermin dari berbagai prestasi nasional yang diraihnya, seperti Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Geografi Nasional (PIKOM-G), Juara 3 Kompetisi Pemetaan SCALE MAP, dan juga juara 3 dalam kompetisi mapcom barrashepere 2025 oleh PT Barrakusuma Spatial Teknologi

Loading...