Pemateri
Deskripsi
Pelatihan ini dirancang untuk membekali Sobat Geosoftware dengan pemahaman mengenai pemanfaatan Google Earth Engine (GEE) dan data penginderaan jauh dalam kegiatan monitoring kekeringan. Peserta akan mempelajari bagaimana mengintegrasikan data iklim dan citra satelit untuk mengidentifikasi wilayah yang terdampak kekeringan, memantau kondisi vegetasi, serta menghasilkan informasi spasial yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Pada tahap awal, peserta akan diperkenalkan dengan konsep dasar monitoring kekeringan, jenis-jenis kekeringan, serta indikator yang umum digunakan dalam analisis kekeringan. Materi juga mencakup pengenalan Google Earth Engine sebagai platform komputasi geospasial berbasis cloud dan pemanfaatan data SPEI (Standardized Precipitation Evapotranspiration Index) untuk menganalisis kondisi kekeringan secara spasial maupun temporal.
Pada sesi berikutnya, peserta akan mempelajari pemanfaatan data penginderaan jauh untuk memantau kondisi vegetasi sebagai salah satu indikator dampak kekeringan. Materi meliputi pengolahan data satelit VIIRS, analisis indeks vegetasi seperti NDVI dan EVI, serta identifikasi perubahan kondisi vegetasi dari waktu ke waktu untuk mendukung analisis kekeringan secara lebih komprehensif.
Pada tahap akhir, pelatihan difokuskan pada integrasi data iklim dan data satelit untuk membangun workflow monitoring kekeringan yang lebih terstruktur. Peserta akan mempelajari penyusunan Drought Severity Index, pembuatan Drought Severity Map, analisis statistik wilayah terdampak, hingga publikasi hasil analisis melalui Google Earth Engine Apps dalam bentuk dashboard monitoring yang interaktif. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pendekatan berbasis data iklim dan penginderaan jauh untuk mendukung kegiatan monitoring serta analisis kekeringan secara efektif.
Jadwal dan List Materi:
Sesi 1
- Pengenalan konsep monitoring dan peringatan dini kekeringan
- Memahami jenis dan indikator kekeringan (meteorologis, pertanian, dan hidrologis)
- Pengenalan Google Earth Engine untuk analisis geospasial berbasis cloud
- Akses dan visualisasi data SPEI (Standardized Precipitation Evapotranspiration Index)
- Analisis spasial dan temporal kondisi kekeringan
- Klasifikasi tingkat kekeringan dan identifikasi wilayah terdampak
Sesi 2
- Pengenalan penginderaan jauh untuk monitoring lingkungan
- Karakteristik dan pemanfaatan data satelit VIIRS
- Analisis kondisi vegetasi menggunakan indeks NDVI dan EVI
- Visualisasi dan analisis perubahan vegetasi dari waktu ke waktu
- Identifikasi area vegetasi yang terdampak kekeringan
- Integrasi data iklim dan kondisi vegetasi untuk analisis kekeringan
Sesi 3
- Integrasi data SPEI dan indikator vegetasi dalam satu workflow
- Penyusunan Drought Severity Index dan Drought Severity Map
- Analisis hotspot dan tingkat keparahan kekeringan
- Perhitungan statistik wilayah terdampak berdasarkan batas administrasi
- Visualisasi hasil monitoring untuk mendukung pengambilan keputusan
- Publikasi dashboard monitoring menggunakan Google Earth Engine Apps
Konten
Analisis Kekeringan Berbasis Data Iklim Menggunakan Google Earth Engine
Monitoring Kondisi Vegetasi Menggunakan Citra Satelit VIIRS
Silabus
01
Silabus Kelas
Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabuskekeringan
Frequently Asked Question
Apakah pelatihan ini cocok untuk pemula?
Pelatihan ini berada pada level menengah (intermediate). Peserta disarankan telah memiliki pemahaman dasar mengenai GIS, penginderaan jauh, atau analisis geospasial. Namun, seluruh praktik akan dijelaskan secara bertahap sehingga tetap dapat diikuti oleh peserta yang baru mulai mempelajari Google Earth Engine.
Apakah saya harus memiliki akun Google Earth Engine?
Ya. Peserta diwajibkan memiliki akun Google yang telah terdaftar dan memiliki akses ke Google Earth Engine sebelum pelatihan dimulai.
Apakah peserta akan mendapatkan rekaman kelas?
Ya, peserta akan memperoleh rekaman setiap sesi sehingga materi dapat dipelajari kembali setelah kelas selesai.
Apakah dataset dan file latihan disediakan?
Ya. Peserta akan mendapatkan dataset, file latihan, serta materi yang digunakan selama proses pelatihan.
Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, tersedia dua jenis sertifikat: Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.
Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?
Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 2 sesi dari total 3 sesi pelatihan.
Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?
Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Kelas Ini Cocok Untuk?
01
Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:
1. Peserta disarankan memiliki ketertarikan pada bidang GIS, Remote Sensing, dan analisis geospasial, khususnya terkait pemanfaatan data iklim dan citra satelit untuk monitoring lingkungan. 2. Peserta diharapkan telah terbiasa menggunakan komputer, internet, serta aplikasi berbasis web untuk mendukung kegiatan analisis dan pengolahan data. 3. Peserta diharapkan telah memahami dasar-dasar GIS dan penginderaan jauh, seperti konsep data raster, citra satelit, sistem koordinat, dan visualisasi data spasial. 4. Peserta disarankan pernah menggunakan Google Earth Engine atau platform analisis geospasial lainnya, meskipun tidak diwajibkan memiliki pengalaman yang mendalam. 5. Peserta disarankan memiliki akun Google aktif yang dapat digunakan untuk mengakses Google Earth Engine dan layanan pendukung lainnya selama pelatihan berlangsung....
02
Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:
1. Processor: Minimal Intel Core i3 / AMD Ryzen 3 atau setara. Direkomendasikan Intel Core i5 / AMD Ryzen 5 atau lebih tinggi untuk menjalankan browser dan proses visualisasi data secara lebih optimal. 2. RAM: Minimal 4 GB. Disarankan 8 GB atau lebih untuk menjalankan browser, Google Earth Engine, dan aplikasi pendukung secara bersamaan. 3. Storage: Minimal tersedia 5 GB ruang kosong untuk penyimpanan data latihan, hasil analisis, dan dokumen pelatihan. 4. Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit), macOS, atau Linux yang mendukung penggunaan browser modern. 5. Koneksi Internet: Minimal 5 Mbps dan stabil untuk mengakses Google Earth Engine, memuat dataset geospasial, mengikuti sesi Zoom, serta melakukan praktik analisis berbasis cloud. 6. Browser: Disarankan menggunakan Google Chrome atau Microsoft Edge versi terbaru untuk memastikan kompatibilitas dengan Google Earth Engine....
03
CATATAN
Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang ingin mempelajari pemanfaatan data iklim dan citra satelit untuk monitoring kekeringan menggunakan Google Earth Engine. Kelas berada pada level menengah (intermediate) dan dirancang untuk peserta yang telah memiliki pemahaman dasar mengenai GIS, penginderaan jauh, atau analisis geospasial. Materi disusun secara aplikatif melalui studi kasus nyata, mulai dari analisis indikator kekeringan menggunakan SPEI, monitoring kondisi vegetasi menggunakan data VIIRS, hingga integrasi berbagai indikator untuk menghasilkan Drought Severity Map dan dashboard monitoring interaktif. Pelatihan difokuskan pada pendekatan praktik sehingga peserta dapat memahami dan menerapkan workflow monitoring kekeringan berbasis data iklim dan citra satelit untuk kebutuhan penelitian, pengambilan keputusan, maupun proyek geospasial....



