Pemateri
Deskripsi
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada Sobat Geosoftware mengenai visualisasi data geospasial menggunakan QGIS, mulai dari pengenalan dasar GIS hingga penerapan teknik visualisasi lanjutan yang kreatif dan komunikatif. Peserta akan mempelajari alur kerja lengkap visualisasi peta, dimulai dari pemahaman konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG), pengelolaan data vektor, sistem koordinat, serta penggunaan antarmuka QGIS untuk menyusun peta yang informatif. Materi juga mencakup penerapan symbology dasar, labelling, serta pengenalan layout peta sebagai fondasi visualisasi spasial yang baik. Tahapan ini membangun dasar yang kuat agar peserta memahami bagaimana data geospasial ditampilkan secara jelas dan sesuai kaidah kartografi.
Melalui praktik langsung, peserta mempelajari langkah-langkah teknis visualisasi lanjutan, mulai dari pembuatan layout kreatif dengan pendekatan spotlight area, penerapan advanced symbology untuk data point dan line, hingga eksplorasi visualisasi tematik dan animasi sederhana. Peserta juga diajak memahami bagaimana pemilihan simbol, warna, dan komposisi peta dapat meningkatkan daya tarik sekaligus keterbacaan informasi spasial. Pada sesi akhir, peserta melakukan interpretasi hasil visualisasi dan menyusun peta akhir yang siap digunakan untuk presentasi, publikasi, maupun kebutuhan analisis. Dengan pendekatan sistematis dari teori hingga praktik kreatif, pelatihan ini memastikan peserta menguasai workflow end-to-end visualisasi data geospasial menggunakan QGIS dan mampu menghasilkan peta yang informatif, estetis, dan komunikatif.
Jadwal dan List Materi:
Peran GIS dan Open Access Software dalam Analisis Dampak Lingkungan Akibat Pertambangan Timah Ilegal
Sesi 1 — Pemetaan Spatio-temporal Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah Ilegal dengan Google Earth Engine
- Pendahuluan penginderaan jauh dan Google Earth Engine (GEE)
- Pemanfaatan penginderaan jauh dan GEE dalam bidang pertambangan
- Konsep analisis spatio-temporal dalam penginderaan jauh
- Download data WUP dan import data ke Google Earth Engine
- Proses pemanggilan dan visualisasi data citra satelit
- Perhitungan indeks spektral (NDVI dan BSI)
- Klasifikasi tutupan lahan berbasis ambang batas
- Perhitungan luas tambang ilegal dan analisis indeks berbasis grafik
- Pembuatan legenda dan export data ke Google Drive
- Pengenalan temporal segmentation menggunakan LandTrendr
Sesi 2 — Identifikasi Dinamika Lahan Tambang serta Dampaknya terhadap Lingkungan melalui Google Earth Engine
- Sampling dan klasifikasi penggunaan lahan
- Analisis dinamika lahan tambang secara multi-temporal
- Perhitungan Land Surface Temperature (LST)
- Perhitungan indeks spektral NDVI, NDBI, dan MNDWI
- Analisis tingkat kerusakan lingkungan
- Perhitungan Environmental Critical Index (ECI)
- Interpretasi hasil analisis dampak lingkungan berbasis citra satelit
Peran GIS dan Open Access Software dalam Analisis Bencana Hidrometeorologi Terkini di Indonesia
Sesi 1 — Pemetaan dan Analisis Banjir Demak serta “Kemunculan” Selat Muria: Integrasi QGIS & Google Earth Engine
- Pengantar konsep hazard dan analisis risiko bencana
- Pengumpulan data: citra satelit, data historis, dan data vektor
- Pengolahan data menggunakan QGIS: advanced geoprocessing dan analisis spasial
- Konfigurasi band dan analisis data raster di QGIS
- Pengenalan Google Earth Engine (GEE) dan dasar JavaScript
- Visualisasi time-series data hidrometeorologi
- Integrasi QGIS dan GEE untuk identifikasi wilayah rawan banjir
- Analisis fenomena banjir Demak dan dinamika “kemunculan” Selat Muria
- Pembahasan strategi mitigasi bencana dan rencana ke depan
Sesi 2 — Pemetaan Longsor Semi-Otomatis menggunakan Google Earth Engine
- Pengantar Google Earth Engine untuk pemetaan longsor
- Konsep dasar dan faktor penyebab longsor
- Akses dan pemanfaatan data penginderaan jauh di GEE
- Struktur dan pengelolaan data dalam Google Earth Engine
- Pengolahan dan manipulasi data citra satelit
- Deteksi perubahan menggunakan dataset sebelum dan sesudah longsor
- Penentuan threshold untuk mengidentifikasi area longsor
- Analisis dan interpretasi hasil pemetaan longsor
- Penyajian dan visualisasi hasil pemetaan longsor
Konten
Pemetaan Spatio-temporal Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah Ilegal dengan Google Earth Engine
Identifikasi Dinamika Lahan Tambang serta Dampaknya terhadap Lingkungan melalui Google Earth Engine
Pemetaan dan Analisis Banjir Demak serta “Kemunculan” Selat Muria: Integrasi QGIS & Google Earth Engine
Silabus
01
Silabus
Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/SilabusVisualisasiQGIS
Frequently Asked Question
Pelatihan ini ditujukan untuk siapa?
Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang tertarik mempelajari analisis isu lingkungan dan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, menggunakan GIS dan software open access.
Apakah pelatihan ini dilakukan secara sinkronus atau asinkronus?
Pelatihan ini dilaksanakan secara asinkronus, sehingga peserta dapat mempelajari seluruh materi secara mandiri melalui modul dan video pembelajaran sesuai waktu masing-masing.
Apakah ada sesi Live Zoom atau diskusi langsung?
Tidak. Pelatihan ini tidak menyediakan sesi Live Zoom. Seluruh materi disampaikan melalui modul dan video pembelajaran yang telah disiapkan.
Software apa saja yang digunakan dalam pelatihan ini?
Pelatihan ini menggunakan QGIS dan Google Earth Engine (GEE) sebagai tools utama untuk analisis spasial dan pengolahan citra satelit.
Apakah peserta harus sudah mahir menggunakan QGIS atau GEE?
Peserta tidak harus mahir, namun disarankan sudah memahami dasar GIS dan penggunaan QGIS agar dapat mengikuti materi dengan lebih nyaman.
Output apa yang dihasilkan dari pelatihan ini?
Peserta akan mampu menghasilkan peta tematik dan analisis spasio-temporal terkait banjir dan longsor yang dapat digunakan sebagai dasar interpretasi dan mitigasi bencana.
Kelas Ini Cocok Untuk?
01
Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta:
1. Dasar Konsep GIS (SIG): Memahami konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG), termasuk fungsi GIS, jenis data spasial (vektor dan raster), serta peran peta dalam analisis lingkungan dan kebencanaan. Pemahaman ini penting untuk mengikuti materi pemetaan banjir, longsor, dan analisis risiko berbasis spasial. 2. Dasar Penggunaan QGIS: Terbiasa menggunakan QGIS pada level dasar, seperti mengenali antarmuka QGIS, menambahkan data vektor dan raster, memahami sistem proyeksi, serta melakukan visualisasi data sederhana. Kemampuan ini diperlukan untuk mengikuti materi integrasi QGIS, analisis spasial, dan interpretasi peta kebencanaan. 3. Pemahaman Dasar Penginderaan Jauh (Opsional): Memiliki pengetahuan awal mengenai citra satelit dan indeks spektral akan membantu peserta dalam memahami materi pengolahan data penginderaan jauh dan analisis dinamika lingkungan menggunakan Google Earth Engine. 4. Kesiapan Menggunakan Tools Analisis Spasial: Peserta diharapkan siap mempelajari alur kerja teknis yang melibatkan integrasi QGIS dan Google Earth Engine, termasuk pengolahan data citra satelit, analisis spasio-temporal, serta interpretasi hasil pemetaan banjir dan longsor untuk kebutuhan mitigasi bencana....
02
Spesifikasi Perangkat yang Disarankan:
1. Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit), macOS versi terbaru, atau Linux seperti Ubuntu 20.04 LTS. Perangkat lunak utama yang digunakan—QGIS (Long Term Release/LTR) serta aplikasi pendukung analisis dan visualisasi—kompatibel dan dapat dijalankan secara stabil pada sistem operasi tersebut. 2. Prosesor (CPU): Minimal Intel Core i5 generasi ke-8 atau AMD Ryzen 5 series untuk memastikan proses pengolahan data vektor dan raster, analisis spasial, integrasi QGIS dengan Google Earth Engine, serta visualisasi time-series dan hasil pemetaan bencana berjalan lancar. Prosesor kelas menengah sangat disarankan agar QGIS tetap responsif saat memproses banyak layer dan data berukuran besar. 3. Memori (RAM): Minimal 8 GB untuk menjalankan QGIS dan melakukan analisis serta visualisasi dasar. Namun 16 GB sangat direkomendasikan agar proses pengolahan data raster, penggunaan basemap daring, analisis spasio-temporal, serta visualisasi hasil pemetaan banjir dan longsor dapat berjalan lebih stabil tanpa kendala performa. 4. Koneksi Internet: Koneksi internet yang stabil sangat disarankan untuk mengakses data citra satelit, menjalankan Google Earth Engine, serta mengunduh dan menampilkan basemap daring selama proses analisis....
03
CATATAN
Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang ingin mempelajari pemanfaatan GIS dan open access software untuk analisis isu lingkungan dan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor. Seluruh materi disampaikan secara asinkronus, sehingga peserta dapat mempelajari modul dan video pembelajaran secara mandiri sesuai waktu masing-masing. Materi mencakup pengenalan konsep hazard dan risiko bencana, pengolahan data spasial menggunakan QGIS, serta pemanfaatan Google Earth Engine untuk analisis citra satelit dan dinamika lingkungan secara spasio-temporal. Dengan alur materi bertahap dari Sesi 1 hingga Sesi 2, pelatihan ini membantu peserta memahami workflow analisis bencana berbasis data geospasial dan menghasilkan peta tematik yang informatif sebagai dasar interpretasi dan mitigasi bencana....

