Kelas 2 - Perhitungan Kebutuhan Air Perkotaan, Pemodelan Jaringan Distribusinya, dan Simulasi Hidrolis dengan EPANET

Apa yang akan kamu dapatkan?

3 Video   
9 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Muhamad Gifari

Muhamad Gifari

Manager of Technical Planning and NRW Control at Perumda Air Minum Tirta Siak

Muhamad Gifari, S.T. merupakan lulusan Teknik Lingkungan dari Universitas Riau (2014–2019) yang memiliki pengalaman dalam perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pemodelan hidraulis jaringan distribusi air, dan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Saat ini, beliau menjabat sebagai Manager of Technical Planning and NRW Control di Perumda Air Minum Tirta Siak, Pekanbaru. Pengalamannya mencakup perencanaan dan analisis pengembangan jaringan distribusi air, simulasi hidraulis menggunakan EPANET, pemetaan District Metered Area (DMA), serta analisis dan pengendalian kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Beliau juga memiliki pengalaman sebagai Environmental Engineer di PT Tirta Putra Malindo Sejati serta sebagai instruktur pelatihan EPANET dan integrasi EPANET–QGIS di Langen Teknik Satria dan Universitas Riau. Keahliannya dalam perencanaan jaringan distribusi air, pemodelan hidraulis, dan pengolahan data spasial mendukung penerapan EPANET dan QGIS dalam perencanaan serta evaluasi sistem distribusi air minum.

Deskripsi

Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan melakukan perhitungan kebutuhan air perkotaan, pemodelan jaringan distribusi, dan simulasi hidraulis menggunakan EPANET. Peserta akan mempelajari tahapan perencanaan jaringan distribusi air, mulai dari proyeksi penduduk dan perhitungan kebutuhan air hingga evaluasi kinerja hidraulis serta optimasi sederhana jaringan.

Pada tahap awal, peserta akan mempelajari proyeksi penduduk menggunakan metode aritmetika dan geometrika, perhitungan kebutuhan air domestik dan non-domestik, kehilangan air, serta kebutuhan air pada kondisi maksimum harian dan jam puncak. Peserta juga akan mempelajari penyusunan pola fluktuasi kebutuhan air selama 24 jam dan alokasi kebutuhan air ke titik jaringan menggunakan analisis spasial di QGIS.

Tahap berikutnya berfokus pada pemodelan jaringan distribusi dan simulasi hidraulis menggunakan EPANET. Peserta akan menyusun model berdasarkan data spasial dan hasil perhitungan kebutuhan air, menjalankan simulasi kondisi sesaat dan periode panjang, serta menganalisis tekanan, debit, kecepatan aliran, dan kehilangan energi berdasarkan kriteria desain.

Pada tahap akhir, peserta akan melakukan analisis berbagai skenario perubahan kebutuhan air dan konfigurasi jaringan, mengevaluasi pengaruh pompa, tangki, serta penambahan pelanggan, dan melakukan optimasi sederhana. Hasil analisis digunakan untuk menyusun evaluasi dan rekomendasi teknis bagi peningkatan kinerja jaringan distribusi air. 

Jadwal dan List Materi

Sesi 1 — Minggu, 1 November 2026 | 13.00–15.30 WIB 

Proyeksi Penduduk dan Perhitungan Kebutuhan Air Perkotaan

  • Pengenalan data kependudukan dan parameter perencanaan kebutuhan air
  • Proyeksi penduduk menggunakan metode aritmetika dan geometrika
  • Perhitungan kebutuhan air domestik, non-domestik, dan kehilangan air
  • Perhitungan kebutuhan air rata-rata, maksimum harian, dan jam puncak
  • Penyusunan pola fluktuasi kebutuhan air selama 24 jam
  • Alokasi kebutuhan air ke titik jaringan menggunakan analisis spasial di QGIS

Sesi 2 — Selasa, 3 November 2026 | 19.00–21.30 WIB

Pemodelan Jaringan Distribusi dan Simulasi Hidrolis dengan EPANET

  • Pengenalan konfigurasi jaringan distribusi bercabang, melingkar, dan kombinasi
  • Penyusunan model jaringan berdasarkan data spasial dan hasil perhitungan kebutuhan air
  • Pengaturan parameter jaringan dan pemeriksaan konektivitas model
  • Simulasi hidraulis kondisi sesaat dan periode panjang
  • Analisis tekanan, debit, kecepatan aliran, dan kehilangan energi
  • Evaluasi hasil simulasi berdasarkan kriteria desain dan visualisasi di QGIS

Sesi 3 — Kamis, 5 November 2026 | 19.00–21.30 WIB

Analisis Skenario dan Optimasi Jaringan Distribusi

  • Penyusunan skenario perubahan kebutuhan air dan konfigurasi jaringan
  • Analisis pengaruh kapasitas pompa, penambahan tangki, dan pelanggan terhadap kinerja jaringan
  • Perbandingan hasil simulasi hidraulis pada berbagai skenario
  • Identifikasi permasalahan hidraulis dan bagian jaringan yang memerlukan perbaikan
  • Optimasi sederhana melalui perubahan diameter pipa dan parameter komponen
  • Penyusunan hasil evaluasi dan rekomendasi teknis berdasarkan simulasi 

Sesi bootcamp

1

Sesi 1 - Proyeksi Penduduk dan Perhitungan Kebutuhan Air Perkotaan

Sesi ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai perhitungan kebutuhan air perkotaan sebagai dasar perencanaan jaringan distribusi air minum. Peserta akan mempelajari proyeksi penduduk menggunakan metode aritmetika dan geometrika, perhitungan kebutuhan air domestik dan non-domestik, kehilangan air, serta kebutuhan air rata-rata, maksimum harian, dan jam puncak. Peserta juga akan mempelajari penyusunan pola fluktuasi kebutuhan air selama 24 jam dan alokasi kebutuhan air ke titik jaringan menggunakan analisis spasial di QGIS dengan bantuan project dan panduan yang telah disiapkan....

2

Sesi 2 - Pemodelan Jaringan Distribusi dan Simulasi Hidrolis dengan EPANET

Sesi ini membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun model jaringan distribusi air berdasarkan data spasial dan hasil perhitungan kebutuhan air. Peserta akan mempelajari konfigurasi jaringan bercabang, melingkar, dan kombinasi, pengaturan parameter jaringan, serta pemeriksaan konektivitas model. Bagi peserta yang belum mengikuti Kelas 1, akan diberikan orientasi singkat mengenai komponen dan parameter dasar EPANET. Selanjutnya, peserta akan menjalankan simulasi hidraulis kondisi sesaat dan periode panjang, menganalisis tekanan, debit, kecepatan aliran, dan kehilangan energi, serta mengevaluasi hasil simulasi berdasarkan kriteria desain dan visualisasi di QGIS....

3

Sesi 3 - Analisis Skenario dan Optimasi Jaringan Distribusi

Sesi ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai analisis skenario dan optimasi sederhana untuk mengevaluasi kinerja jaringan distribusi air. Peserta akan mempelajari penyusunan skenario perubahan kebutuhan air dan konfigurasi jaringan, menganalisis pengaruh kapasitas pompa, penambahan tangki, dan pelanggan, serta membandingkan hasil simulasi hidraulis pada berbagai kondisi. Peserta juga akan mengidentifikasi permasalahan jaringan dan melakukan optimasi sederhana melalui perubahan diameter pipa serta parameter komponen untuk menyusun evaluasi dan rekomendasi teknis berdasarkan hasil simulasi....

Konten

Proyeksi Penduduk dan Perhitungan Kebutuhan Air Perkotaan

Modul Sesi 1
Bahan Paparan Sesi 1
Video Recording Sesi 1
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Pemodelan Jaringan Distribusi dan Simulasi Hidrolis dengan EPANET

Modul Sesi 2
Bahan Paparan Sesi 2
Video Recording Sesi 2
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Analisis Skenario dan Optimasi Jaringan Distribusi

Modul Sesi 3
Bahan Paparan Sesi 3
Video Recording Sesi 3
Rekap Pertanyaan dan/atau Jawaban Sesi Live

Silabus

01

Silabus Kelas 1

Akses silabus melalui link berikut: https://s.id/silabusepanet2

Frequently Asked Question

Apakah saya harus mengikuti Kelas 1 terlebih dahulu?

Tidak. Kelas 2 dapat diikuti secara mandiri tanpa harus mengambil Kelas 1. Pada sesi pemodelan jaringan akan diberikan orientasi singkat mengenai komponen dan parameter dasar EPANET sebagai bekal praktik.

Apakah saya harus memiliki pengalaman menggunakan EPANET atau QGIS?

Pengalaman sebelumnya tidak menjadi persyaratan utama. Peserta akan memperoleh orientasi dasar dan panduan praktik. Namun, pemahaman mengenai jaringan distribusi air akan membantu peserta mengikuti materi dengan lebih mudah.

Apa saja yang akan dipelajari dalam pelatihan ini?

Peserta akan mempelajari proyeksi penduduk, perhitungan kebutuhan air perkotaan, alokasi kebutuhan air ke jaringan, pemodelan jaringan distribusi, simulasi hidraulis, analisis hasil, serta analisis skenario dan optimasi sederhana menggunakan EPANET.

Apakah pelatihan ini mencakup praktik langsung?

Ya. Peserta akan mengikuti praktik perhitungan kebutuhan air, penyusunan model jaringan berdasarkan data studi kasus, simulasi hidraulis, dan evaluasi berbagai skenario jaringan.

Apakah data latihan disediakan oleh penyelenggara?

Data studi kasus dan panduan praktik disiapkan untuk membantu peserta mengikuti tahapan pemodelan. Peserta tetap disarankan mengikuti instruksi persiapan teknis sebelum pelatihan.

Apakah saya perlu menginstal perangkat lunak sebelum pelatihan?

Ya. Peserta disarankan menyiapkan EPANET 2.2, QGIS, dan Microsoft Excel atau aplikasi spreadsheet sejenis sebelum sesi dimulai.

Apakah pelatihan ini membahas optimasi jaringan secara mendalam?

Pelatihan mencakup optimasi sederhana melalui perubahan diameter pipa dan parameter komponen jaringan. Fokusnya adalah memahami pengaruh perubahan tersebut terhadap hasil simulasi dan menyusun rekomendasi teknis berdasarkan evaluasi kinerja jaringan.

Apakah pelatihan direkam?

Ya. Seluruh sesi direkam sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi setelah pelatihan selesai.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Tersedia dua jenis sertifikat, yaitu Certificate of Completion dan Certificate of Appreciation.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Completion?

Certificate of Completion diberikan kepada peserta yang minimal menghadiri 1 sesi dari total 2 sesi pelatihan.

Apa syarat mendapatkan Certificate of Appreciation?

Certificate of Appreciation diberikan kepada peserta yang mengerjakan dan mengumpulkan mini project sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Cocok untuk Kamu yang…

1. Mahasiswa atau peneliti di bidang teknik lingkungan, teknik sipil, sumber daya air, dan bidang terkait yang ingin mempelajari perencanaan jaringan distribusi air minum; 2. Praktisi perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ingin mengembangkan kemampuan perhitungan kebutuhan air dan pemodelan jaringan; 3. Praktisi atau staf teknis perusahaan air minum yang ingin mempelajari simulasi hidraulis dan evaluasi kinerja jaringan; 4. Konsultan perencana dan analis infrastruktur air yang ingin menggunakan EPANET untuk analisis jaringan distribusi; 5. Peserta yang ingin mempelajari analisis skenario dan optimasi sederhana untuk mendukung evaluasi serta perbaikan jaringan distribusi air....


02

Kemampuan Dasar yang Disarankan untuk Peserta

1. Memiliki ketertarikan pada bidang perencanaan air minum, teknik lingkungan, teknik sipil, sumber daya air, atau infrastruktur; 2. Memiliki kemampuan dasar menggunakan komputer, mengelola file, dan menjalankan perangkat lunak; 3. Memahami konsep dasar jaringan distribusi air minum akan membantu peserta mengikuti materi; 4. Pengalaman menggunakan EPANET dan QGIS akan menjadi nilai tambah, tetapi bukan persyaratan utama karena akan diberikan orientasi singkat mengenai EPANET serta panduan praktik; 5. Memiliki kesiapan untuk mengikuti latihan perhitungan kebutuhan air, pemodelan jaringan, simulasi hidraulis, dan analisis hasil menggunakan data studi kasus....


03

Spesifikasi Perangkat yang Disarankan

1. Sistem operasi: Windows 10 atau Windows 11; 2. Processor: minimal Intel Core i3 atau AMD Ryzen 3 atau setara; 3. RAM: minimal 8 GB, disarankan 16 GB untuk mendukung penggunaan beberapa aplikasi secara bersamaan; 4. Penyimpanan: tersedia ruang kosong minimal 10 GB untuk instalasi perangkat lunak, data latihan, dan hasil pengolahan; 5. Perangkat lunak: EPANET 2.2, QGIS, dan Microsoft Excel atau aplikasi spreadsheet sejenis; 6. Koneksi internet: stabil untuk mengikuti Zoom Live Session dan mengakses materi pelatihan; 7. Persiapan perangkat lunak: peserta disarankan memasang aplikasi yang diperlukan sebelum pelatihan. Data studi kasus dan panduan praktik disiapkan untuk membantu proses pembelajaran....


04

CATATAN

Pelatihan ini merupakan kelas penerapan yang berfokus pada perhitungan kebutuhan air perkotaan, pemodelan jaringan distribusi, simulasi hidraulis, serta analisis skenario menggunakan EPANET. Pelatihan berlangsung dalam tiga sesi melalui Zoom Live Session dan dilengkapi dengan materi, data studi kasus, serta panduan praktik. Peserta akan mengikuti tahapan pembelajaran mulai dari perhitungan proyeksi penduduk dan kebutuhan air, penyusunan model jaringan, pelaksanaan simulasi, hingga evaluasi dan optimasi sederhana. Data dan panduan praktik disiapkan untuk membantu peserta mengikuti proses pemodelan secara bertahap. Kelas 2 dapat diikuti secara mandiri tanpa harus mengambil Kelas 1. Oleh karena itu, sesi pemodelan menyediakan orientasi singkat mengenai komponen dan parameter dasar EPANET. Peserta yang belum memiliki pengalaman menggunakan QGIS juga dapat mengikuti praktik dengan bantuan data dan panduan yang telah disiapkan. Namun, pemahaman dasar mengenai jaringan distribusi air akan membantu peserta mengikuti materi dengan lebih baik....

Lihat Detail

Pemateri

Muhamad Gifari

Muhamad Gifari

Manager of Technical Planning and NRW Control at Perumda Air Minum Tirta Siak

Muhamad Gifari, S.T. merupakan lulusan Teknik Lingkungan dari Universitas Riau (2014–2019) yang memiliki pengalaman dalam perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pemodelan hidraulis jaringan distribusi air, dan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Saat ini, beliau menjabat sebagai Manager of Technical Planning and NRW Control di Perumda Air Minum Tirta Siak, Pekanbaru. Pengalamannya mencakup perencanaan dan analisis pengembangan jaringan distribusi air, simulasi hidraulis menggunakan EPANET, pemetaan District Metered Area (DMA), serta analisis dan pengendalian kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Beliau juga memiliki pengalaman sebagai Environmental Engineer di PT Tirta Putra Malindo Sejati serta sebagai instruktur pelatihan EPANET dan integrasi EPANET–QGIS di Langen Teknik Satria dan Universitas Riau. Keahliannya dalam perencanaan jaringan distribusi air, pemodelan hidraulis, dan pengolahan data spasial mendukung penerapan EPANET dan QGIS dalam perencanaan serta evaluasi sistem distribusi air minum.

Loading...